Cegah Obesitas Dengan Gaya Hidup dan Pola Makan Sehat

KEMENKO PMK - Kemenko PMK melalui Biro Umum dan SDM melaksanakan sosialiasi tentang pola makan dan gizi yang baik untuk mencegah obesitas di ruang rapat lantai 14 Kemenko PMK pada Rabu, (6/07). 

Hadir sebagai narasumber adalah Dokter Spesialis Gizi Klinik ; dr. Nany Budiman M.Gizi, Sp.GK. Dalam pemaparannya, dr Nanny mengatakan saat ini Obesitas di dunia meningkat 2x lipat dibanding tahun 1980. Menurut data pada 2014 1,9 milyar orang dewasa dan 42 juta anak balita di dunia mengalami obsesitas. 

“2030 diprediksi akan diperkirakan 60% populasi dunia mengalami obesitas.” Ungkap dr Nanny. 

Di Indonesia sendiri menurut  RISKESDAS Tahun 2018 sebanyak 21,8 persen penduduk mengalami obesitas. Riset tersebut dilakukan kepada 300 ribu rumah tangga atau 1,2 juta jiwa. 

Banyak Penyebab dari seseorang bisa menjadi obesitas. Menurut dr. Nanny faktor-faktor tersebut antara lain lingkungan, Pekerjaan, Gaya hidup, Perilaku makan, Penurunan aktivitas fisik, Kurang tidur, dan lain-lain.

“Tidak hanya faktor-faktor eksternal tapi dari Faktor Genetik juga bisa menyebabkan obesitas. Selain itu profil keluarga dan gangguan hormon juga bisa menjadi penyebab obesitas,” kata dr Nanny.  

Obesitas juga menyebabkan berbagai macam penyakit yang bisa menjadi komplikasi berbahaya bagi tubuh. Penyakit-penyakit tersebut antara lain Hipertensi, Prediabetes, Kanker Batu Empedu, dan Penyakit Kardiovaskular. Oleh karenanya menjaga berat badan menjadi penting untuk mencegah obesitas. Fokus kepada makanan-makanan bergizi dan sehat harus selalu dikedepankan. 

Tidak hanya menjaga pola makan, perubahan pola gaya hidup juga menjadi hal penting juga untuk mencegah obesitas. Menurut dr Nanny penerapan 3J harus dilakukan. 

“3J disini adalah Jadwal makan teratur, Jenis makanan harus dijaga dalam diet, dan Jumlah porsi makan juga harus dijaga. Karena kebutuhan setiap orang berbeda," terangnya.

Mengatur pola makan harus dilakukan dalam mencegah obesitas. Komposisi karbohidrat yang masuk ke tubuh juga harus dipilih secara selektif antara lain yaitu Whole grain, Sayur dan buat utuh. 

Lebih lanjut, dr. Nanny menyampaikan, mengatur pola makan tidak cukup menurunkan berat badan saat obesitas. Olahraga juga penting dilakukan untuk membakar kalori. Olahraga untuk mencegah obesitas yang paling murah dan mudah adalah jalan kaki. Berjalan memang tidak terlalu banyak membakar kalori. Namun, jika orang yang obesitas menjalankannya, total pembakaran kalori bisa lebih banyak. Hal ini dikarenakan kita mengeluarkan energi yang lebih banyak saat bergerak bila dibandingkan orang yang berat badannya normal. 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyarankan berjalan minimal 10 ribu langkah dalam sehari agar aktivitas fisik lebih lama sehingga bisa membakar kalori lebih banyak. Selain itu sepeda statis juga termasuk salah satu pilihan yang baik sebagai olahraga mencegah obesitas yang bisa dilakukan.

“Obesitas merupakan penyakit yang prevalensinya semakin meningkat serta mengakibatkan berbagai komplikasi penyakit. Cegah obesitas sedini mungkin dengan gaya hidup & pola makan sehat,” tutup dr Nanny. 

Pada sesi diskusi yang dimoderatori oleh drg. Citra Yulianti, MARS, para pegawai berkesempatan menanyakan berbagai hal terkait pencegahan obesitas kepada narasumber. Setelah mengikuti sosialiasi para pegawai melaksanakan tes urine yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Pelaksanaan tes urine dilakukan dalam rangka untuk screening dan pencegahan penggunaan obat-obatan terlarang. (*)

Kontributor Foto:
Reporter: