Cuci Tangan Pakai Sabun Efektif Putus Penyebaran Kuman/Virus

Jakarta (15/10) -- Hari Cuci Tangan Sedunia atau Global Handwashing Day diperingati setiap tanggal 15 Oktober, atau bertepatan dengan hari ini. Peringatan Hari Cuci Tangan ini terus digaungkan setiap tahunnya dengan harapan agar masyarakat bisa membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan air dan sabun untuk mencegah berbagai penyakit.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Suprapto mengklaim bahwa kesadaran masyarakat untuk Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) akhir-akhir ini meningkat tajam. Hal tersebut menurut dia dipengaruhi oleh kewaspadaan masyarakat akan Pandemi Covid- 19.

"Kemajuan ini sangat menggembirakan. Ini karena ada tantangannya, yaitu lawannya Covid-19. Dengan adanya ancaman baru hatinya tergerak. Karena ada ancaman akhirnya mereka mau cuci tangan," ujar Agus saat menjadi narasumber dalam Kampanye Nasional Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), yang dilakukan secara daring, pada Kamis (15/10).

Menurut Deputi Agus, mencuci tangan pakai sabun adalah tindakan sanitasi untuk memutuskan mata rantai kuman dan virus. Salah satu penyakit yang bisa dicegah misalnya diare. Kata Agus, diare dapat dicegah sampai 45 persen apabila cuci tangan pakai sabun dilakukan dengan benar. Penyakit diare ini juga sangat berpengaruh pada masalah kesehatan lainnya sampai masalah kurang gizi. 

"Jadi dengan cuci tangan pakai sabun 45 persen permasalahan pada diare bisa diselesaikan. Siapa yang harus cuci tangan? Semuanya, mulai dari anak kecil sampai orang dewasa. Karena tangan kita ini sangat terampil membawa kuman dan virus dari mana-mana," jelasnya.

Gerakan CTPS, menurut Agus, harus didengungkan terus menerus. Namun, masih ada tantangan yang dihadapi, misalnya di daerah-daerah yang sumber airnya langka. 
Dengan kesulitan mencari air ini, pihak yang memiliki sumber daya seperti pemerintah, swasta, pihak kampus harus bergotong royong untuk ikut membangun sumber air bersih di sana.

Selain itu, Agus menjelaskan, untuk membudayakan kebiasaan masyarakat melakukan CTPS, ada beberapa hal yang harus dilakukan. Pertama, yaitu membangun sarana dan prasarana untuk mendukung cuci tangan, seperti membangun sumber air bersih dan tempat cuci tangan. Kedua, yaitu adanya contoh dari tokoh masyarakat untuk mensosialsasikan dan mempromosikan CTPS. Ketiga, yaitu adanya reward dan punishment agar masyarakat bisa taat.

"Tetapi supaya tertanam dengan bagus adalah dengan pendidikan. Sehingga mereka punya kesadaran akan pentingnya CTPS," pungkas Agus. (*)

Reporter: