Dewan Penyantun LPDP Perkuat Arah Investasi Pendidikan dan Riset untuk Mendukung Prioritas Pembangunan Nasional

KEMENKO PMK -- Dewan Penyantun Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menggelar rapat di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) guna memperkuat arah kebijakan investasi Dana Pendidikan agar semakin selaras dengan prioritas pembangunan nasional dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno selaku Ketua Dewan Penyantun LPDP, menegaskan bahwa Dana Pendidikan merupakan investasi strategis bangsa yang harus dikelola secara visioner, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. Hal tersebut disampaikan saat memimpin Rapat Dewan Penyantun Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Aula Lantai 14 Kantor Kemenko PMK, Jakarta, pada Rabu (15/7/2026).

Ia menyampaikan, Dana Pendidikan bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul, memperkuat riset dan inovasi, serta meningkatkan daya saing Indonesia. Karena itu, setiap program LPDP harus mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Rapat Dewan Penyantun mengevaluasi pelaksanaan berbagai program strategis LPDP, mulai dari penyelenggaraan beasiswa, pendanaan riset, dukungan bagi perguruan tinggi, hingga pemajuan kebudayaan. Evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh program berjalan efektif, akuntabel, tepat sasaran, dan sejalan dengan agenda pembangunan nasional.

Untuk memperkuat sinergi pelaksanaan program pendidikan, riset, dan inovasi, Menko PMK mengusulkan pembentukan Project Management Office (PMO) bersama antara LPDP, Kemendiktisaintek, dan BRIN.

"Yang paling tinggi intensitasnya adalah LPDP, Kemendiktisaintek, dan BRIN. Saya sarankan ada PMO (Project Management Office) bersama agar program-program tersebut dapat tersinergikan dengan baik," ujar Menko PMK.

Dalam pembahasan tersebut, Dewan Penyantun menekankan pentingnya penguatan kontribusi LPDP terhadap sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas Presiden, antara lain kesehatan, ketahanan pangan, energi, digitalisasi, manufaktur, dan ekonomi kreatif. Investasi di bidang pendidikan dan riset diharapkan mampu menghasilkan talenta unggul, inovasi, dan teknologi yang mendukung transformasi ekonomi Indonesia. Penguatan program beasiswa juga diarahkan untuk menghasilkan talenta yang relevan dengan kebutuhan sektor-sektor strategis  sehingga mampu mendukung pengembangan industri nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia.

Selain melakukan evaluasi, rapat juga membahas sejumlah inisiatif baru untuk memperkuat ekosistem pendidikan dan riset nasional, sehingga semakin adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan tantangan global. Dewan Penyantun juga menekankan pentingnya memastikan hasil riset tidak berhenti pada publikasi atau kajian akademik semata, tetapi dapat ditransformasikan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung penyelesaian berbagai tantangan pembangunan.

Beberapa agenda strategis yang menjadi pembahasan meliputi: Inisiasi kerja sama program magang internasional (professional fellows); pengembangan program kolaborasi pendidikan tinggi dan riset internasional; perluasan implementasi skema co-funding dengan berbagai mitra strategis; serta pengembangan LPDP trust fund sebagai instrumen pengelolaan dana hibah untuk memperluas dukungan terhadap pendidikan, riset, inovasi, dan pengembangan talenta Indonesia.

Rapat Dewan Penyantun LPDP dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Kepala BRIN Arif Satria, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq, Plt. Direktur Utama LPDP Yon Arsal, Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Bambang Wibawarta, perwakilan Kementerian Agama, serta jajaran kementerian/lembaga terkait.

Melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga, Dewan Penyantun LPDP optimistis Dana Pendidikan akan semakin berperan sebagai instrumen strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, riset, inovasi, dan kebudayaan.

Kontributor Foto:
Reporter: