Akselerasi Kompetensi Pegawai, Kemenko PMK Dorong Talenta Unggul Melalui Fasilitasi Beasiswa LPDP

KEMENKO PMK – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menggelar Sosialisasi Beasiswa LPDP dengan tema "Wujudkan Potensi, Perkuat Kontribusi untuk Indonesia" sebagai langkah strategis dalam mengakselerasi pengembangan kompetensi pegawai melalui studi lanjutan di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Staf Ahli Bidang Hukum dan Tata Kelola Pemerintahan Kemenko PMK sekaligus Wakil Ketua Pelaksana RB Kemenko PMK Aris Darmansyah Edisaputra menegaskan pentingnya penguatan kapasitas pendidikan tinggi bagi ASN untuk menyongsong Indonesia Emas 2045 dan menjawab tantangan global.

“Investasi pada pendidikan dan pengembangan kompetensi SDM menjadi instrumen utama untuk membangun birokrasi dan bangsa yang unggul, berdaya saing, serta adaptif,” ujar Aris.

Kepala Biro MKKSDM Kemenko PMK Nur Budi Handayani menekankan bahwa studi lanjutan pegawai harus relevan, tepat kompetensi, selaras dengan karier, dan berdampak bagi organisasi. Sebagai bentuk fasilitasi dan dukungan persiapan pegawai untuk mendaftar beasiswa LPDP nantinya, Biro MKKSDM akan menyelenggarakan TOEFL Prediction Test pada 2 Oktober 2026.

“Pendidikan bukan semata memperoleh gelar, tetapi menghadirkan ASN yang semakin kompeten dan berdampak,” tegas Nur Budi.

Kepala Divisi Rekrutmen dan Seleksi LPDP RI Andar Ramona Sinaga menjelaskan bahwa Kebijakan Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026 mengalami penajaman arah menuju pendekatan impact-driven. Program beasiswa diprioritaskan pada bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dan Industri Strategis, seperti sektor pangan, energi, pertahanan, digitalisasi/AI, kesehatan, hilirisasi, maritim, hingga manufaktur, di samping skema SHARE (Social, Humanities, Arts, Religious Studies, Education).

“Penajaman skema ini memastikan bahwa pengembangan talenta melalui tugas belajar selaras dengan prioritas pembangunan nasional dan kebutuhan penguatan kinerja organisasi, khususnya dalam mendukung manajemen ASN berbasis kompetensi,” jelas Mona.

Sosialisasi ini juga memaparkan sejumlah pembaruan kebijakan pada seleksi Tahap 2 Tahun 2026, antara lain fleksibilitas penggunaan sertifikat bahasa Inggris internal Perguruan Tinggi Dalam Negeri (PTDN), skema pendanaan parsial (partial funding), serta kemitraan beasiswa khusus seperti Talenta Riset dan Inovasi BRIN, Dokter Spesialis/Subspesialis, dan Beasiswa Keolahragaan.

Para peserta mendapatkan panduan langsung mengenai tata cara pendaftaran, syarat administrasi, hingga strategi seleksi substansi. Melalui kegiatan ini, Kemenko PMK menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualifikasi akademis dan kompetensi SDM secara berkelanjutan guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional serta berdaya saing global.

Kontributor Foto:
Reporter: