KEMENKO PMK -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam memperkuat penyelamatan dan penanggulangan bencana di Indonesia.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Closing Ceremony Indonesia Rescue Summit 2025: Private Sector Resilience Movement, di Pusdiklat Gulkarmat DKI Jakarta, Ciracas, Jakarta Timur, pada Kamis (27/11/2025).
"Saya sungguh berharap sinergi antara pemerintah dan perusahaan swasta untuk isu rescue, ini menjadi penting untuk dilakukan," ujarnya.
Indonesia Rescue Summit (IRS) 2025 merupakan kolaborasi Kemenko PMK bersama PT Astra International. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat private sector dan perusahaan dalam mitigasi dan respons penyelamatan bencana. Gelaran ini dirancang sebagai ajang kompetisi berbasis klaster penanggulangan bencana, mulai dari pencarian dan pertolongan, perlindungan dan pengungsian, logistik, hingga kesehatan.
Rangkaian lomba berlangsung sejak 15 Oktober hingga 27 November 2025 dengan total 161 tim dari 37 perusahaan, yang berkompetisi dalam tujuh cabang: water rescue, vehicle accident rescue, fitness drill, management logistic, emergency medical treatment, pendirian tenda, serta fire fighting sebagai penutup di Pusdiklat Gulkarmat.
Menko PMK menyampaikan bahwa kegiatan seperti IRS dapat dikembangkan menjadi gerakan yang menjangkau masyarakat secara luas. Ia menilai lomba penyelamatan dan pelatihan kebencanaan dapat dipentaskan sebagai tontonan edukatif yang menarik publik, terutama generasi muda.
"Acara ini menarik. Ini bukan sekadar show, tapi cara membangun awareness dan sosialisasi semangat rescue. Penyelamatan, pemadaman, evakuasi, semua bisa dipertontonkan sebagai panggung yang menggerakkan semangat anak muda untuk menjalankan misi kemanusiaan," ujar Menko PMK.
Ia menekankan perlunya pengembangan model pelatihan dan kompetisi seperti IRS melalui kerja sama antara perusahaan swasta dan pemerintah daerah kabupaten kota, dengan menyesuaikan karakteristik wilayah.
"Kita perlu membuat latihan semacam ini untuk rayon yang berbeda, misalnya di DKI kita perlu lakukan pelatihan di gedung 8 lantai, 9 lantai. Kalau daerah lain tantangannya mungkin beda sekali,” kata Menko PMK.
Lebih jauh, Menko PMK menegaskan pentingnya penguatan kerja sama regional antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam menghadapi bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
"Poin saya regionalisasi kerja sama pemerintah dan swasta. Kita harus sama-sama menyelamatkan warga kita jangan ada yang menjadi korban. Menghadapi bencana alam yang saat ini terjadi, misalnya bencana alam di beberapa daerah di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Papua, NTT, dan bencana akibat keteledoran manusia itu sangat berat bila dilakukan pemerintah saja," tuturnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Basarnas M. Syafi'i, Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Lilik Kurniawan, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Andi Eviana, Staf Ahli Mensos Bidang Aksesibilitas Sosial Abdul Muis, Staf Ahli Menkes Bidang Ekonomi Kesehatan Bayu Teja Muliawan, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta Bayu Megantara, serta Chief of Corporate Affairs PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto, bersama para pimpinan perusahaan dan peserta Indonesia Rescue Summit 2025.
Pelaksanaan IRS menjadi bentuk nyata penguatan ketangguhan perusahaan dalam melindungi aset, menjaga keberlanjutan kawasan ekonomi yang dikelola, sekaligus memastikan tim tanggap darurat perusahaan menjadi bagian dari sumber daya manusia nasional dalam penanganan bencana di berbagai daerah.