Top News
  • Menko PMK Sugiono Tegaskan Pentingnya Peran Keluarga dalam Pembangunan Manusia
  • Menko Sugiono: Pendidikan dan Pemberdayaan adalah dua pilar kesejahteraan rakyat
  • Tajamkan Sasaran Dana Abadi Pendidikan, Menko Sugiono Pacu Komersialisasi Riset dan Pemenuhan Talenta Strategis
  • Tekan Angka Kekerasan Perempuan dan Anak, Menko PMK Sugiono Pacu Orkestrasi Lintas Sektor
  • Menko Sugiono Finalisasi Skema Pendidikan Gratis untuk Satuan Pendidikan Berbasis Keagamaan Bersama Menag
  • Menko Sugiono Tinjau Cek Kesehatan Gratis di Lingkungan Sekolah
  • Menko PMK Tinjau MAN 4 Jakarta: Akses dan Kualitas Pendidikan Kunci Wujudkan Manusia Unggul
  • Menko Sugiono Finalisasi Skema Kebijakan Pendidikan Gratis bagi Rakyat
  • Menko PMK Sugiono Percepat Upaya Rehab-Rekom Pascabencana Aceh-Sumatra dan Penanganan Bencana Karhutla
Home

Main navigation

  • Home
  • Profil
    • Profil PMK
    • Profil Pejabat
  • Berita & Artikel
    • Berita Utama
    • Artikel
    • Fokus
    • Opini
  • Galeri
    • Galeri Foto Berita
    • Galeri Video Berita
    • Videogram
    • Infografis
  • Pengumuman
    • Penerimaan ASN
    • Pengumuman
    • Siaran Pers
    • UKPBJ Kemenko PMK
  • PPID
  • Reformasi Birokrasi
    • Profil
    • Kebijakan RB
    • Kegiatan
    • Laporan RB
    • Quick Win

Breadcrumb

  1. Home  / 
  2. IPM Naik, Bukti Nyata Sinergi Koordinasi Pembangunan Manusia

IPM Naik, Bukti Nyata Sinergi Koordinasi Pembangunan Manusia

KEMENKO PMK — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyambut baik laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia tahun 2025 mencapai 75,90, meningkat dari 75,02 pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini menjadi cerminan nyata dari kemajuan pembangunan manusia Indonesia di bawah arahan Presiden, yang terus menempatkan peningkatan kualitas hidup rakyat sebagai prioritas utama.

“Di balik angka ini, ada kerja keras jutaan orang: guru yang membimbing dengan sabar, tenaga kesehatan yang menjaga tanpa lelah, dan keluarga yang berjuang untuk masa depan anak-anaknya. Kenaikan IPM ini adalah hasil gotong royong kita semua,” ujar Menko PMK Pratikno di Jakarta (6/11/2025).

Menurutnya, peningkatan di seluruh komponen IPM —mulai dari harapan hidup, harapan lama sekolah, hingga pengeluaran riil per kapita— menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan manusia dijalankan secara terarah, konsisten, dan berkesinambungan.

“Ketika kebijakan antar-sektor saling terhubung dan memperkuat, hasilnya tidak hanya tercermin pada angka, tetapi juga pada kualitas hidup masyarakat yang kian membaik. Di situlah makna sebenarnya dari koordinasi pembangunan manusia,” ujar Pratikno.

Kenaikan IPM ini sejalan dengan hasil nyata Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Di bidang pendidikan, revitalisasi 16.698 sekolah dan madrasah serta digitalisasi pembelajaran melalui distribusi 124.253 unit Interactive Flat Panel (IFP) telah memperluas akses dan mutu pendidikan. Sementara di bidang kesehatan, layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjangkau 45,5 juta warga dan skrining massal TBC memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini.

Fokus pada Pemerataan
Meski capaian nasional ini menggembirakan, Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa pemerintah tetap memberi perhatian penuh pada tantangan pemerataan pembangunan manusia. Kemenko PMK, katanya, terus mengarahkan koordinasi lintas sektor untuk memperkuat daerah-daerah dengan IPM yang masih tertinggal.

“Masih ada wilayah yang perlu kita dorong bersama, namun arah kita sudah jelas: menuju Indonesia yang makin setara, sehat, dan cerdas. Pemerintah hadir untuk semua, dan akan terus bekerja agar manfaat pembangunan dirasakan lebih merata,” ujar Pratikno.

Data BPS menunjukkan kesenjangan masih terlihat di beberapa wilayah, terutama di lima provinsi dengan IPM terendah: Papua Pegunungan (54,91), Papua Tengah (60,64), Papua Barat (68,48), Papua Selatan (69,54), dan Nusa Tenggara Timur (69,89). Menyikapi hal ini, Pratikno memastikan Kemenko PMK akan memperkuat peran koordinatifnya agar program-program prioritas pemerintah lebih efektif menjangkau masyarakat di wilayah tersebut.

Langkah ke Depan
Ke depan, Kemenko PMK akan terus mendorong pembangunan manusia yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

“Capaian ini menjadi pijakan penting untuk berlari lebih kencang. Sesuai arahan Presiden, pembangunan harus berpusat pada manusia. Tugas kami adalah memastikan setiap kebijakan benar-benar menghadirkan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke,” tutupnya. 

Kolom / Rubrik

  • Artikel
  • Berita Utama
  • Fokus
  • Opini

Bidang PMK / Kategori

  • Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan
  • Kesehatan
  • Peningkatan Kualitas Pendidikan
  • Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa
  • Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial
  • Agama
  • Budaya
  • Pemuda & Olahraga
  • Perempuan & Anak
  • Koordinasi PMK
  • Siaran Pers

Media Sosial Kemenko PMK

FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
RssFollow

Post Terkini

  • 01
    Menko PMK Sugiono Tegaskan Pentingnya Peran Keluarga dalam Pembangunan Manusia
  • 02
    Ciptakan Kampus Aman, Kemenko PMK Matangkan SKB Pencegahan Kekerasan di Perguruan Tinggi
  • 03
    Kemenko PMK Gelar Rapat Persiapan Ujicoba Proyek Collaborative Approach for Resilient Surveillance and Pandemic Preparedness in Indonesia (CARE-I) di Yogyakarta
  • 04
    Menko Sugiono: Pendidikan dan Pemberdayaan adalah dua pilar kesejahteraan rakyat
  • 05
    Tajamkan Sasaran Dana Abadi Pendidikan, Menko Sugiono Pacu Komersialisasi Riset dan Pemenuhan Talenta Strategis
  • 06
    Kemenko PMK Finalisasi Modul Surveillance Berbasis Masyarakat (SBM) untuk Memperkuat Forum Pengurangan Risiko Bencana

GPR kominfo

 

Alamat dan Kontak

KEMENTERIAN KOORDINATOR
BIDANG PEMBANGUNAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
  • Jl. Medan Merdeka Barat No. 3. Jakarta Pusat
  • (+62) 21 345 9444
  • Informasi umum: roinfohumas@kemenkopmk.go.id
  • Persuratan: kearsipan@kemenkopmk.go.id
Kemenko PMK
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
2019