KEMENKO PMK -- Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Warsito mendorong penguatan kewirausahaan pemuda sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketenagakerjaan layak dan capaian Indeks Pembangunan Pemuda (IPP).
Hal tersebut disampaikan Warsito dalam Rapat Tindak Lanjut Pemantauan dan Evaluasi Program Kegiatan Lintas K/L dalam Mendukung Capaian IPP Domain Ketenagakerjaan Layak secara daring, Kamis (8/10/2026).
Warsito mengatakan, pemuda perlu didorong tidak hanya sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai aktor pertumbuhan ekonomi. Karena itu, penguatan kewirausahaan menjadi salah satu fokus untuk meningkatkan kemandirian pemuda sekaligus mendorong kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.
"Menjadi catatan kita bersama, memang di negara maju rasio wirausaha itu tinggi, sementara kita masih rendah. Inilah target kita bersama, pemuda selain untuk kemandirian juga partisipasi dalam mendukung indikator lebih makro, pertumbuhan ekonomi maupun kontribusi kita untuk mencapai negara maju," katanya.
Menurutnya, tantangan ketenagakerjaan layak pemuda masih perlu mendapat perhatian. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pemuda pada 2025 mencapai 11,78 persen, sementara proporsi pemuda yang bekerja tidak penuh sebesar 32,51 persen, masih di atas target nasional 31 persen.
Pada sisi kewirausahaan, rasio kewirausahaan pemuda tercatat 1,17 persen, masih di bawah target RPJMN sebesar 1,33 persen. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan kapasitas dan kompetensi pemuda sekaligus ekosistem usaha dari hulu hingga hilir.
"Dua pilar kita dorong, peningkatan kapasitas dan penguatan ekosistem kewirausahaan," ujar Warsito.
Penguatan ekosistem mencakup akses permodalan, pasar dan kemitraan, peningkatan kompetensi, pemanfaatan teknologi, standarisasi, serta jejaring antarwirausahawan pemuda. Intervensi juga perlu diarahkan agar program lintas K/L memberikan dampak langsung dan terukur bagi pemuda di daerah.
Warsito juga mendorong pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI), untuk membantu pemuda mengevaluasi pasar, membaca peluang, dan mengembangkan usaha sesuai kebutuhan.
Rapat tersebut merupakan tindak lanjut Koordinasi Pencapaian IPP Ketenagakerjaan Layak pada 28 April 2026. Selain memantau capaian dan tantangan program, rapat diarahkan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor serta memastikan kontribusi program terhadap indikator IPP dapat terukur dan berdampak.
Asisten Deputi Ekosistem Bisnis Wirausaha Kementerian UMKM Ginda P. Siregar dan Asisten Deputi Bina Kepemudaan Badan Usaha dan Swasta Kementerian Pemuda dan Olahraga Rinilda AP turut memaparkan program fokus yang perlu diperkuat dalam mendukung ketenagakerjaan layak dan kewirausahaan pemuda.
Rapat diikuti perwakilan kementerian/lembaga secara daring, termasuk K/L yang memiliki program dan Renaksi RO penunjang domain ketenagakerjaan layak.