Menko PMK Luncurkan Gerakan RANA, Perkuat Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak

KEMENKO PMK -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meluncurkan Gerakan #RuangAmanNyamanAnak (RANA) sebagai gerakan nasional untuk memperkuat pelindungan anak melalui penciptaan ruang yang aman dan nyaman di keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, maupun ruang digital.

Peluncuran Gerakan RANA dilakukan dalam Forum Kolaborasi dan Aksi Keluarga Indonesia 2026: Keluarga Tangguh, Inklusif dan Anak Terlindungi untuk Mewujudkan Generasi Berkualitas, yang diselenggarakan di Aula Heritage Kantor Kemenko PMK, Jakarta, pada Kamis (25/6/2026).

Menko PMK menjelaskan bahwa peluncuran Gerakan RANA merupakan tindak lanjut dari Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang diselenggarakan Kemenko PMK pada 23 Juni 2026, untuk mengonsolidasikan berbagai upaya pelindungan anak yang selama ini telah dijalankan oleh kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.

"Pada 23 Juni lalu, kami menyepakati untuk melakukan gerakan nasional yang disingkat RANA, yaitu Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak. Aman dan nyaman di keluarga, di satuan pendidikan formal maupun nonformal, di tempat umum, di ruang digital, serta didukung respons cepat ketika terjadi ketidakamanan dan ketidaknyamanan terhadap anak," ujar Pratikno.

Lebih lanjut, Menko PMK menyampaikan, pelindungan anak tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, Gerakan RANA dihadirkan sebagai wadah untuk mengintegrasikan berbagai program dan inisiatif perlindungan anak yang telah berjalan.

Menko PMK menambahkan, pemerintah akan memanfaatkan dua momentum penting untuk mengarusutamakan Gerakan RANA, yakni peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang jatuh pada 29 Juni 2026 serta dimulainya tahun ajaran baru dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Juli mendatang.

"Kita memanfaatkan momentum ini untuk bersama-sama bergerak secara sinergis menjamin ruang yang aman dan nyaman untuk anak," ujarnya.

Menurut Menko PMK, tema Harganas 2026, "Ayah Wajib Hadir", mengandung pesan penting bahwa peran ayah harus hadir dan kokoh dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak. Sementara itu, momentum tahun ajaran baru dan MPLS diharapkan menjadi sarana sosialisasi Gerakan RANA di satuan pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan.

"Anak harus dalam suasana yang aman dan nyaman. Keluarga menjadi tempat pertama dan utama. Ini penting sekali momentum Harganas ini untuk sosialisasi Gerakan RANA. Kemudian, melalui momentum MPLS bisa dilakukan sosialisasi serentak sehingga ini menjadi gerakan nasional," ujarnya.

Gerakan RANA akan dijalankan melalui lima pilar utama, yaitu edukasi publik, penguatan keluarga berkualitas, penyediaan satuan pendidikan dan layanan pengasuhan sementara ( daycare ) yang aman, pelindungan anak di ruang digital, serta penguatan sistem respons darurat dan pemulihan bagi anak yang menjadi korban kekerasan.

Pemerintah juga akan memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, melakukan pemantauan secara berkala terhadap implementasi program, serta mempercepat respons apabila terjadi kasus kekerasan terhadap anak. Upaya tersebut akan disinergikan dengan berbagai layanan perlindungan anak seperti SAPA 129 Kementerian PPPA, Hotline 110 Polri, layanan pengaduan KPAI, Aduan Konten Kemenkomdigi, layanan kesehatan mental Kemenkes, serta layanan sosial anak Kemensos 

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, serta perwakilan dari Kemendukbangga, perwakilan Kemenkomdigi, perwakilan Kepolisian RI, perwakilan Kemenkes, dan perwakilan Kemenag hadir secara luring. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat pelindungan anak melalui kolaborasi lintas sektor.

Pada kesempatan yang sama dilakukan peluncuran simbolis Gerakan RANA sekaligus penyerahan Keputusan Menko PMK tentang Satuan Tugas Penguatan Tata Kelola Pengasuhan Sementara (_Daycare_) kepada Menteri PPPA, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Wakil Menteri Dalam Negeri sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat tata kelola _Daycare_ untuk memastikan pelindungan dan pengasuhan anak yang berkualitas.

Usai peluncuran, Menko PMK meninjau beberapa sentra kegiatan, antara lain permainan _character building_ yang bekerja sama dengan Yayasan Karakter Eling Indonesia, kelas pengasuhan bersama Komunitas Gerakan Binar, kegiatan bernyanyi bersama My Doremi Kidos Band, serta layanan konseling kesehatan mental yang difasilitasi Kementerian Kesehatan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi berbagi pengalaman mengenai pengasuhan anak yang menghadirkan Co-Founder AyahASI Sogi Indra Dhuaja dan Lenggogeni, orang tua pemeran Alim dalam film _Semua Akan Baik-Baik Saja_. Diskusi dipandu oleh Nani Nurhasanah dari Komunitas Binar.

Pada forum tersebut juga diluncurkan lagu "Satu Jam Bersama" yang dibawakan Kidos Band sebagai jingle Gerakan #SatuJamKu untuk mengajak keluarga Indonesia meluangkan waktu berkualitas bersama anak dan memperkuat hubungan emosional dalam keluarga.

 

Kontributor Foto:
Reporter: