Pembekalan Sekolah Harmoni Indonesia

Jakarta (11/08) - Asisten Deputi Pemberdayaaan Pemuda, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Yohan, membuka kegiatan Sekolah Harmoni Indonesia (SHI). Kegiatan SHI adalah salah satu kegiatan kerjasama antara Asisten Deputi Pemberdayaaan Pemuda, Kemenko PMK dan Friedrich-Ebert-Stiftung (FES) Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan bermitra dengan Pusat Studi Islam dan Kewarganegaraan (PSIK) Indonesia.

Dalam sambutan pembukaannya, Yohan menyampaikan Memorandum Saling Pengertian antara Kemenko PMK dan FES sebagai payung hukum Kerjasama. Lebih lanjut, Yohan menyampaikan arti penting pembangunan kepemudaan sebagai generasi penerus bangsa di mana keberhasilan pembangunan kepemudaan merupakan tolok ukur Bangsa Indonesia dalam memanfaatkan bonus Demografi. “Hal ini semakin strategis mengingat jumlah pemuda Indonesia yang mencapai 64,19 juta (24,01%) dari penduduk Indonesia,” pesan Yohan.

Untuk gelombang pertama, SHI diikuti oleh 33 peserta berlatar belakang pengajar/pendidik. Peserta akan mengikuti workshop pembekalan, mentoring, dan coaching, sehingga peserta dapat mempraktekkan dan membuat tulisan tentang suatu tema tertentu, di antaranya mengenai Keagamaan, Kebangsaan dan Kegotongroyongan; Pendidikan sebagai Pemanusiaan; Budaya Lokal, dan Mentalitas Baru Indonesia. Di sela-sela workshop, akan diselenggarakan Kuliah Umum dari Prof. Yudi Latief dengan mengambil tema Melacak Akar Sejarah Ideologi Pancasila; Pembudayaan Pancasila: Melihat Pancasila dalam Praktik; Tantangan Pembudayaan Pancasila di Era Pasca-Kebenaran; Pendidikan sebagai Tumpuan Pembudayaan Pancasila; Mengurai Konsepsi Gotong Royong dalam Pancasila.

Kontributor Foto:
Reporter: