KEMENKO PMK -- Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK Lilik Kurniawan menerima Tim Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia, di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, pada Kamis (27/11/2025),
Pertemuan koordinatif ini membahas penguatan tata kelola penanggulangan bencana serta keberlanjutan Program SIAP SIAGA, di tengah meningkatnya kejadian bencana di sejumlah provinsi yang berdampak pada infrastruktur, distribusi logistik, serta akses listrik dan komunikasi.
Deputi Lilik Kurniawan menegaskan peran Kemenko PMK sebagai koordinator lintas kementerian/lembaga untuk memastikan penanganan bencana berjalan terpadu dan efektif. Dalam diskusi tersebut, ia menyoroti pentingnya penguatan mekanisme klaster, kejelasan pembagian peran antar kementerian/lembaga, serta peningkatan kapasitas pemerintah daerah agar mampu merespons bencana secara mandiri tanpa langsung bergantung pada pemerintah pusat.
"Program SIAP SIAGA dinilai telah memberikan fondasi penting pada fase prabencana, namun perlu diperkuat agar selaras dengan kebutuhan tanggap darurat dan pascabencana," ujarnya.
Deputi Lilik juga menekankan pentingnya pemulihan pascabencana yang komprehensif, tidak hanya dalam bentuk rehabilitasi dan rekonstruksi fisik, tetapi juga pemulihan penghidupan masyarakat terdampak serta penguatan ketahanan sosial ekonomi.
Dari pihak DFAT Australia, disampaikan bahwa Pemerintah Australia tengah memulai perancangan program penerus SIAP SIAGA melalui proses konsultasi dan persetujuan internal yang memerlukan waktu. Untuk memastikan tidak terjadi kekosongan dukungan, DFAT merencanakan perpanjangan Program SIAP SIAGA sekitar satu tahun hingga akhir 2027, sehingga terdapat masa kesinambungan dan tumpang tindih dengan program baru yang akan dirumuskan.
Kedua pihak sepakat perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program SIAP SIAGA sebagai dasar perbaikan desain program ke depan, sekaligus memperkuat kepemilikan nasional (ownership) dan memperluas kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana di Indonesia.