Kemenko PMK Dukung Keberadaan Pusat Informasi Virus Corona

Jakarta (6/2) -- Menyikapi maraknya informasi ataupun berita bohong (hoaks) tentang Novel Coronavirus (2019-nCOV), pemerintah segera membentuk pusat informasi dan komunikasi penanganan dampak virus corona. Hasil rapat bersama sejumlah menteri, disepakati pusat informasi tersebut ditempatkan di Kantor Staf Kepresidenan.

Pada rapat koordinasi pembentukan pusat informasi dan komunikasi penanganan dampak virus corona di KSP, Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) diwakili Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Agus Suprapto.

Agus menyatakan Kemenko PMK sangat mendukung keputusan pemerintah membentuk pusat informasi dan komunikasi penanganan dampak virus corona.

"Informasi terpusat satu pintu karena dampak vius corona tidak hanya masalah kesehatan saja, tetapi juga menyangkut berbagai dimensi sosial seperti ekonomi, pariwisata, dan sebagainya. Maka sangat tepat kalau informasi dijadikan sama di KSP," ujarnya ditemui usai rapat.

Sedangkan saat memimpin rapat koordinasi tersebut, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan bahwa pusat informasi dan komunikasi yang dibentuk bersama itu akan menjadi satu-satunya sumber informasi resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait penanganan dampak virus corona.

Hal itu penting mengingat informasi ataupun hoaks yang beredar tentang virus corona sudah cukup meresahkan. Selain membuat masyarakat khawatir, ada juga pemberitaan dari media luar negeri yang meragukan upaya serta kemampuan Indonesia dalam mendeteksi virus corona.

"Ini persoalan dan kalau tidak ditangani dengan baik akan menjadi liar. Perlu satu pintu informasi agar di luar tidak berspekulasi macam-macam," ujarnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio tak menafikan sektor pariwisata memiliki dampak langsung atas kasus yang konon diberitakan penyebarannya sudah sangat masif ke beberapa negara. Wisatawan dari Cina pada tahun 2019 yang mencapai sekitar  2,07 juta dengan spending per-arrival yaitu USD 1.400 sontak mengalami penurunan.

Wishnu mengaku sangat membutuhkan kerja sama dari semua pihak agar permasalahan corona bisa segera diatasi sehingga tidak terlalu lama berdampak bagi industri pariwisata di Tanah Air.

Menyambung kemudian, Kementerian Perhubungan telah meminta kepada pihak maskapai penerbangan agar memberikan diskon terutama bagi penerbangan domestik ke Bali, Sulawesi Utara, dan Bintan. Tiga destinasi wisata itu disebut memiliki dampak penurunan wisawatan paling tinggi akibat isu corona.

Turut hadir dan menyepakati hasil rapat, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sosial Juliari Batubara, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, Menko Polhukam Mahfud MD, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo, serta para pejabat yang mewakili sejumlah kementerian.

Kontributor Foto:
Reporter: