Kemenko PMK Fokus Perbarui Angka Kemiskinan

Jakarta (23/7) -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah fokus melakukan pembaruan (update) mengenai angka kemiskinan. Hal itu menyusul dampak yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 di Tanah Air.

"Yang jelas saat ini kami sedang fokus update angka kemiskinan akibat Covid-19. Saya yakin angka kemiskinan makin tinggi terutama mereka yang berasal dari pengusaha mikro dan ultra mikro," ujarnya saat menerima audiensi dengan INDEF melalui video conference, Kamis (23/7).

Menurut Muhadjir, pengusaha mikro dan ultra mikro yang terdampak selama ini umumnya tidak terjangkau akses oleh pembiayaan modal dari pemerintah. Pemerintah akan berupaya menjaga agar mereka tidak jatuh dan menjadi keluarga miskin baru apalagi sampai menambah beban negara.

"Karena itu meskipun saya bukan bidang ekonomi tapi sering blusukan. Sebetulnya saya hanya ingin memastikan agar mereka-mereka ini tidak turun derajat dari pengusaha mikro melorot menjadi orang miskin," jelas Menko PMK.

Ia pun mengaku terus menekan Kementerian Koperasi dan UKM dan sangat setuju dengan rencana presiden untuk menggelontorkan bantuan dana hibah bagi para pelaku usaha mikro dan ultra mikro. Sehingga demikian para pengusaha tersebut dapat tetap bertahan di tengah Covid-19.

Pada kesempatan tersebut, Muhadjir juga menerangkan tentanh siklus pembangunan manusia dan kebudayaan yang menjadi tupoksi Kemenko PMK. Salah satu yang ditekankan ialah mengenai tantangan bonus demografi bagi Indonesia.

"Kita kan menghadapi bonus demografi. Kalau mereka yang berada pada usia produktif tidak bekerja di sektor yang juga produktif akan sangat berbahaya, bukan jadi bonus malah beban. Saya harap Prof Didik melalui INDEF bisa merumuskan apa yang kemudian bisa dibantu pada kami," pungkas Menko PMK.

Reporter: