Kemenko PMK Kawal Tindak Lanjut SKB Panduan Teknis Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Bidang Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif  

Jakarta (19/8) -- Pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak signifikan di bidang Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif. Untuk mengatasinya, pemerintah telah menetapkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Panduan Teknis Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Bidang Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif dalam masa penetapan kedaruratan kesehatan masyarakat.

Dalam upaya mengawal sekaligus menyamakan komitmen terkait terbitnya SKB Menteri tentang Panduan Teknis Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Bidang Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melakukan Rapat Koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait.

Sebagai Kementerian Koordinator yang mengemban tugas sebagai Ketua Tim Pengarah Gugus Nasional, Kemenko PMK memfokuskan pada implementasi 3 Program Utama yaitu Kesehatan, Pengamanan Jaringan Sosial, dan Penguatan Jaringan Ekonomi Kecil. Oleh sebab itu, Kemenko PMK terus mengawal percepatan pemulihan dampak Covid-19, terutama di bidang Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif.

Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK Nyoman Shuida mengatakan, pandemi menyebabkan banyaknya layanan di bidang kebudayaan dan ekonomi kreatif seperti cagar budaya, museum, taman budaya, galeri, sanggar, padepokan, dan ruang pamer seni lainnya, serta bioskop, dan ruang pertunjukan yang tidak bisa beroperasi dan terancam tutup. 

"Pandemi Covid-19 juga berimbas pada banyaknya pertunjukan seni dan produksi audio visual yang tidak bisa diselenggarakan sehingga mengakibatkan pelaku seni beralih ke kerjaan lain," jelas Nyoman dalam rapat koordinasi yang diselenggarakan di Hotel Harris Vertu Harmoni, Jakarta Pusat, pada Rabu (12/8).

Lebih lanjut, Nyoman mengatakan, tingkat pemahaman dan disiplin masyarakat dalam menjalankan protokol pencegahan pandemi Covid-19 masih menjadi masalah yang harus kita hadapi dan selesaikan secara bersama-sama.

“Melalui SKB ini diharapkan segenap pemangku kepentingan terutama Kemendikbud dapat melaksanakan kegiatan sosialisasi, fasilitasi, dan advokasi dalam rangka meminimalisir dampak Covid-19 di bidang Kebudayaan,” ucap Nyoman.

Sebagai informasi, untuk mengantisipasi vakumnya kegiatan di Museum, Galeri, dan Monumen serta meminimalisir dampak yang ditimbulkan akibat Covid-19, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud sedang mengusulkan agar Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Kebudayaan dapat segera diinisiasi dan digunakan tidak hanya oleh Museum milik Pemerintah, melainkan juga Museum Swasta. 

Dengan begitu, Museum diharapkan mampu menciptakan sebuah terobosan baru yang dapat menjadi sarana edukasi dan hiburan di tengah pandemi Covid-19, sekaligus menghidupi biaya operasional Museum tanpa harus mengandalkan pemasukan dari tiket masuk pengunjung. (*)

Kontributor Foto:
Editor :
Reporter: