Koordinasi Penanganan Pascabencana Lebak Terus Berlanjut

Lebak (12/2) -- Pemerintah baik pusat maupun daerah terus melakukan koordinasi guna mempercepat upaya penanganan pascabencana. Rabu (12/2), Plt Asisten Deputi Tanggap Cepat Bencana Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (Kemenko PMK) Iwan Eka bersama Bupati Lebak Iti Octavia melakukan rapat koordinasi penanganan banjir bandang yang terjadi awal tahun lalu.

Berdasarkan data, banjir bandang menimpa 6 kecamatan dan 30 desa di Kabupaten Lebak. Dampaknya, 10 orang meninggal dunia, lebih dari 17.000 orang mengungsi, 1.060 rumah rusak berat, 41 unit fasilitas pendidikan rusak berat, 27 jembatan rusak berat, dan lebih dari 800 hektar sawah rusak.

Iwan menjelaskan rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk memantau perkembangan penanggulangan bencana yang dilakukan oleh daerah, memantau dukungan Provinsi Banten dan kementerian/lembaga, serta memantau kesiapan lahan relokasi dan lokasi reboisasi lahan rawan longsor.

"Setelah mendengarkan berbagai upaya yang telah dilakukan oleh berbagai OPD Kabupaten Lebak, ada beberapa masukkan yang harus segera kita tindak lanjut bersama dengan k/l terkait," ujarnya saat memimpin rakor di Ruang Rapat Terbatas Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak.

Beberapa masukan hasil rakor yang dihadiri oleh OPD, unsur TNI/POLRI dan Camat wilayah terdampak Kabupaten Lebak itu antara lain mengenai kejelasan status lahan relokasi, dukungan dana tunggu hunian (DTH), santunan bagi guru terdampak, bantuan bagi pondok pesantren dan madrasah, bantuan bagi desa terdampak, normalisasi sungai Cidurian dan Ciberang, serta rencana lokasi reboisasi dengan penanaman vertiver sistem di desa Banjarsari dengan usulan luas lahan 108 Ha.

Iti Octavia menjelaskan untuk relokasi korban dan pembangunan fasum fasos terdampak banjir bandang di Kabupaten Lebak masih dalam tahap penyelesaian status lahan agar tidak ada masalah dikemudian hari.

"Dukungan dari k/l untuk membangun kembali fasum fasos dan pemukiman sudah siap namun belum dapat dilaksanakan karena terkendala belum selesainya status lahan," ungkapnya.

Akan tetapi, tegas Iti, upaya-upaya penanganan pengungsi di Kabupaten Lebak sudah dan akan terus dilakukan maksimal dengan sumber daya yang ada dari internal Kabupaten serta dukungan dari Kementerian Lembaga, TNI/ Polri, NGO dan relawan.

Kontributor Foto:
Editor :
Reporter: