Menko PMK: ASN Baru Harus Jadi "Citizen" yang Bangun Birokrasi Produktif dan Sehat

KEMENKO PMK -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa aparatur sipil negara (ASN) Kemenko PMK yang baru dilantik harus menjadi citizen yang tidak hanya memiliki hak, tetapi juga tanggung jawab untuk membangun birokrasi yang produktif, inovatif, dan menyehatkan.

Hal tersebut disampaikan Menko PMK saat melantik dan mengambil sumpah 28 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Perekrutan Tahun 2024 menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kemenko PMK, di Ruang Heritage Kantor Kemenko PMK, Jakarta, pada Senin (4/5/2026).

Menko PMK mengucapkan selamat kepada para CPNS yang resmi diangkat menjadi PNS. Ia menekankan bahwa perubahan status tersebut bukan sekadar administratif, tetapi juga mencerminkan peran baru sebagai bagian penuh dari instansi.

"Saudara-saudara yang hari ini dilantik, saya ucapkan selamat. Saudara-saudara, yang kemarin statusnya permanent resident, sekarang sudah menjadi citizen," ujarnya.

"Sebagai citizen, anda punya tanggung jawab untuk membuat rumah ini menjadi rumah yang produktif, inovatif, sekaligus menyehatkan secara fisik, sosial, mental, dan spiritual," imbuhnya.

Lebih lanjut, Menko PMK menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan nyaman, mengingat sebagian besar waktu ASN dihabiskan di tempat kerja. Ia juga mendorong penerapan konsep work life balance sebagai bagian dari budaya kerja modern di lingkungan birokrasi.

Menurutnya, keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi hanya dapat tercapai dengan dukungan inovasi dan pemanfaatan teknologi, termasuk digitalisasi dan kecerdasan buatan.

"Work life balance tidak mungkin tercapai tanpa inovasi dan teknologi. Ini penting agar kita punya waktu untuk keluarga, kehidupan sosial, olahraga, dan pengembangan diri," ujarnya.

Lebih lanjut, Pratikno mengingatkan bahwa bekerja sebagai ASN merupakan tugas yang penting dan mulia. Karena itu, ASN tidak boleh terjebak dalam rutinitas kerja yang menghabiskan waktu dan energi, tetapi tidak menghasilkan perubahan berarti.

"Saya tidak ingin saudara menghabiskan banyak waktu dan energi, tetapi akhirnya terjebak seperti hamster: terus berlari, tetapi hanya berlari di tempat," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa ASN harus berperan sebagai agen perubahan yang mampu memperbaiki birokrasi melalui kolaborasi dan inovasi dan membangun rumah produktif yang nyaman menyehatkan.

Menutup arahannya, Menko PMK kembali mengingatkan pentingnya membangun lingkungan kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga humanis. "Saya percaya saudara dapat menjalankan tugas sebaik-baiknya sesuai dengan tugas yang diberikan," pungkasnya.

Kontributor Foto:
Reporter: