Menko PMK Cek Penyaluran BLT BBM di Desa Cibiuk, Garut.

KEMENKO PMK - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhajir Effendy meminta agar pembagian program Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT BBM) di Kabupaten Garut dapat dilakukan secara tepat sasaran.

“Saya ingin pembagian dilakukan secara mudah, secara cepat dan tepat sasaran,” ungkapnya saat meninjau penyaluran bantuan sosial keluarga penerima manfaat (KPM) di Cibiuk Kaler Kec. Cibiuk, Garut, Rabu (21/9).

Adapun sejauh ini pembagian BLT BBM di Kabupaten Garut sudah berjalan dengan baik. Dari total alokasi penerima BLT BBM 265.223 KPM, sebanyak 258.223 bantuan BLT BBM sudah tersalurkan ke KPM atau sekitar 97,54 persen. Total nilai manfaat yang didapatkan ialah sebesar Rp300.000/2bulan/KPM untuk alokasi September-Oktober.

Adapun strategi penyaluran bantuan BLT BBM  menggunakan tiga metode, yakni KPM mengambil langsung di PT.POS, KPM mengambil di titik komunitas (kartor desa/kantor RW RT), dan diantar langsung kerumah KPM.
 
Selain itu Menko PMK mengharapkan kepada pemerintah Kabupaten Garut untuk memastikan warga miskin dan rentan apalagi miskin ekstrem  agar tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), kalau mereka belum mendapat bansos APBN, agar dapat diusulkan untuk mendapatkan bansos yang bersumber APBD ataupun APBDEs.


“Saya berharap, kalau masih ada masyarakat miskin dan rentan yang belum masuk DTKS tolong dibantu dulu, pastikan dapat bantuan ya,” katanya.

Sebelumnya pemerintah telah mengumumkan pengalihan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 3 September 2022 yang lalu agar subsidi yang diberikan pemerintah menjadi lebih tepat sasaran.

Anggaran subsidi tersebut dialihkan ke dalam bentuk bantalan sosial, yakni BLT BBM dengan alokasi anggaran Rp12,4 triliun yang diberikan kepada 20,65 juta keluarga penerima manfaat serta BSU dengan alokasi anggaran Rp9,6 triliun diperuntukkan bagi 16 juta pekerja. (*)

 

Kontributor Foto: