Menko PMK: Kerja Keras Turunkan Angka Stunting ke 14% di 2024

Cek Penanganan Stunting di Sumba Barat Daya yang Angkanya Tinggi

Sumba Barat Daya, NTT (17/11) -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumba Barat Daya. Ia mengecek langsung penanangan stunting di salah satu kabupaten pada Provinsi Nusa Tenggara Timur tersebut.

Berdasarkan data, jumlah kasus stunting di Kabupaten Sumba Barat Daya sangat tinggi yakni 30,1% atau jauh di atas rata-rata nasional sekitar 27%. Padahal, Presiden Jokowi menargetkan angka stunting turun hingga mencapai 14% pada tahun 2024.

Menurut Muhadjir pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menangani stunting, khususnya di Kabupaten Sumba Barat Daya. Di antaranya yakni melalui Kementerian PUPR yang telah memberikan bantuan berupa fasilitas MCK di Desa Bila Cenge dan desa-desa lain.

"Pembangunan MCK ini bisa menjadi bagian upaya menurunkan angka stunting.  Presiden Joko Widodo menargetkan harus 14% pada 2024 ke depan. Waktu efektifnya tiga tahun, kita harus kerja keras," ujar Menko PMK.

Kendati masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam rangka penyempurnaan pemanfaatan MCK, namun menurutnya, MCK yang dibangun oleh Kementerian PUPR dan dimanfaatkan oleh 10 KK untuk satu MCK sudah cukup efektif untuk mengatasi stunting. Karena stunting erat terkait dengan hidup higienis dan sehat.

Akan tetapi, Muhadjir menegaskan bahwa persoalan stunting tidak bisa ditangani oleh satu pihak melainkan lintas sektoral. Bukan hanya pemerintah, namun juga para pemangku kepentingan terkait termasuk para tokoh masyarakat dan kepala adat.

"Tahun 2021 nanti kemungkinan besar leading sector ada di BKKBN untuk penanganan stunting. Sumba Barat Daya tertinggi angka stuntingnya sehingga penanganan secara teknis harus betul-betul diperhatikan," pungkas Menko PMK.

Ia meyakini melalui kerja sama lintas sektoral akan mampu menangani persoalan stunting, terutama untuk mencapai target pembangunan sumber daya manusia. Hal tersebut sebagaimana target dan fokus pemerintah lima tahun ke depan sesuai RPJMN 2020-2024.

Pada kunjungan kerja tersebut, turut mendampingi sejumlah pejabat kementerian/lembaga terkait. Lokasi kunjungan kerja meliputi RS Karitas dan RSUD Pratama Reda Bolo, Desa Bila Cenge untuk meninjau pembangunan sanitasi air dan MCK dilanjutkan melihat langsung kondisi anak-anak yang mengalami stunting dan gizi buruk di daerah Kabupaten Sumba Barat Daya.

Beberapa kementerian/lembaga seperti Kemenkes, Kementerian PPPA, BNPB , BKKBN, hingga perusahaan swasta diantaranya PT Nestle, PT Citrus, dan PT.Tempo Scan sekaligus memberikan bantuan sosial khususnya bagi anak-anak di Kabupaten Sumba Daya Barat. (*)

Kontributor Foto:
Editor :