Aktivasi SIZE di wilayah Jawa–Bali melibatkan 40 kabupaten/kota untuk memperkuat deteksi dini, pertukaran informasi, dan koordinasi lintas sektor dalam penanganan zoonosis dan penyakit infeksius baru.
KEMENKO PMK -- Penyakit menular dari hewan ke manusia (zoonosis) dan penyakit infeksius baru (PIB) masih menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat. Untuk mencegah penyebaran penyakit dan mengantisipasi potensi kejadian luar biasa (KLB), diperlukan sistem kewaspadaan dini yang mampu menghubungkan informasi dan mempercepat respons lintas sektor.
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mendorong pemanfaatan Sistem Informasi Zoonosis dan Emerging Infectious Diseases (SIZE) untuk memperkuat kewaspadaan dini dan respons terhadap zoonosis dan PIB di daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui Aktivasi SIZE Tahap Pertama Wilayah Jawa–Bali yang melibatkan tim lintas sektor dari 40 kabupaten/kota terpilih, pemerintah provinsi, kementerian/lembaga, serta laboratorium rujukan.
Kegiatan aktivasi dilaksanakan di Yogyakarta, Selasa (27/10/2026) ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan petugas dalam menggunakan SIZE untuk mendukung pencegahan dan pengendalian zoonosis dan PIB secara terpadu.
Melalui sambutan yang disampaikan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono menegaskan bahwa penanganan zoonosis dan PIB tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Permasalahan tersebut juga berkaitan dengan kesehatan hewan, lingkungan, ketahanan pangan, perekonomian, dan keberlanjutan pembangunan.
Karena itu, diperlukan pendekatan Satu Kesehatan (One Health) yang menghubungkan berbagai sektor dalam mendeteksi risiko, bertukar informasi, dan mengambil tindakan secara bersama.
Sugiono menjelaskan, SIZE bukan sekadar aplikasi teknologi informasi, melainkan platform yang mendukung pertukaran informasi lintas sektor. Melalui sistem ini, informasi dari berbagai sektor diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat surveilans terpadu dan meningkatkan koordinasi dalam merespons ancaman zoonosis dan PIB.
"Kepada para pimpinan daerah, saya menegaskan bahwa keberlanjutan SIZE membutuhkan kepemimpinan Saudara untuk mengaktifkan koordinasi lintas sektor dalam kerangka One Health melalui Tim Koordinasi Daerah (Tikorda) untuk membangun kesiapsiagaan yang komprehensif," ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko PMK, Sukadiono, menegaskan bahwa penanganan penyakit membutuhkan kerja sama lintas kementerian dan lembaga. Menurutnya, pencegahan dan penanganan penyakit perlu dilakukan secara bersama agar risiko dapat diketahui dan ditangani sejak dini.
“Tidak ada satu penyakit yang hanya ditangani oleh satu kementerian/lembaga. Jadi, di sini dalam rangka mencegah bersama sekaligus menangani bersama secara dini,” ujar Sukadiono saat konferensi pers bersama wartawan.
Pemanfaatan SIZE juga sejalan dengan upaya penguatan koordinasi pencegahan dan pengendalian zoonosis sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Nomor 7 Tahun 2022 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis dan Penyakit Infeksius Baru.
Aktivasi SIZE dilakukan melalui sosialisasi, pendampingan, dan pengenalan fitur sistem, termasuk penyelesaian kendala teknis yang dihadapi petugas. Upaya ini bertujuan memastikan SIZE tidak hanya dapat diakses, tetapi juga dimanfaatkan secara nyata untuk mendukung kewaspadaan dini di daerah.
Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas dan Ketahanan Kesehatan Kemenko PMK, Nancy Dian Anggraeni, mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan petugas dalam memanfaatkan SIZE untuk mendukung deteksi dini dan respons lintas sektor. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memanfaatkan SIZE untuk menerima dan menindaklanjuti informasi maupun peringatan lintas sektor, serta mendukung koordinasi respons sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Aktivasi ini juga diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong pemanfaatan SIZE secara berkelanjutan di daerah.
Pengembangan SIZE juga menjadi bagian dari upaya Indonesia membangun sistem kewaspadaan penyakit berbasis pendekatan One Health yang terintegrasi dan real-time. Melalui keterhubungan informasi lintas sektor, SIZE diharapkan dapat mendukung Indonesia menjadi salah satu pelopor di dunia dalam penerapan pendekatan tersebut untuk mencegah dan merespons penularan penyakit dari hewan ke manusia secara lebih cepat dan terpadu.