Pemerintah Fokus Pengembangan Desa Wisata dan Desa Digital

Jakarta (22/7) --Pemerintah lintas kementerian/lembaga berkomitmen akan segera mendorong desa wisata dan desa digital bisa disinergikan dengan pembangunan nasional. Hal itu agar target pembangunan yang diharapkan dapat terlaksana dengan baik. 

"Desa wisata dan desa digital harus bersinergi agar bisa lebih terfokus sesuai dengan target pembangunan," kata Abetnego Panca Putra Tarigan selaku Deputi II Kantor Staf Kepresidenan bidang Pembangunan Manusia dalam Rapat Koordinasi Kegiatan Pengembangan Desa Wisata yang dilaksanakan pada (22/7) di Hotel Aryaduta, Jakarta. 

Sebelumnya, rencana kerja tersebut bertujuan untuk pemulihan ekonomi dan reformasi sosial untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi dan sosial di desa-desa pasca Covid-19. Dalam upaya pemulihan ekonomi tersebut, sasaran utama akan diprioritaskan untuk dibangkitkan kembali yaitu sektor industri, parawisata, dan investasi. 

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, perbaikan dan pengelolaan destinasi di kawasan perdesaan akan segera dikembangkan. Upaya tersebut akan segera dilakukan untuk menggembangkan parawisata yang berkualitas dan membawa pengaruh positif di daerah perdesaan. 

Menurut Sony Harry B Harmadi selaku Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kawasan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), jumlah nominasi desa akan diperbaharui dan diintegrasikan antara Desa Wisata dan Desa Digital sebanyak 205 desa. 

Hasil tersebut telah disepakati dan Kemenko PMK akan berkoordinasi dengan Staf Kepresidenan, Kemenparekraf, Kemendesa PDTT,  Kominfo, dan KUKM. Selain itu, akan segera dibangun Desa Wisata dan Desa Digital di 10 Desa di antaranya Desa Wisata Pentingsari, Desa Bilibante, Desa Ngalanggeran, Desa Pujon Kidul, Desa Kutuh, dan Desa Cibuntu.

Kontributor Foto:
Reporter: