Pemerintah Optimistis Atasi Persoalan Anak Putus Sekolah

Jakarta (11/3) -- Dunia pendidikan di Tanah Air masih dihadapkan pada beragam persoalan. Berdasarkan hasil verifikasi Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK) per-Juli 2019, puluhan ribu anak Indonesia mengalami putus sekolah mulai dari jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, dan SMK.

Asisten Deputi PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Femmy Eka Kartika menegaskan hal tersebut harus segera diatasi demi menyelamatkan masa depan generasi penerus bangsa.

"Banyak anak putus sekolah yang tidak tertangani dengan baik. Kita ngga boleh main-main. Payung hukumnya sudah ada, kita dorong terus upaya penanganan untuk masalah ini," ujarnya saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Anak Putus Sekolah di Kantor Kemenko PMK, Jakarta.

Salah satu faktor yang disinyalir memperlambat penanganan masalah anak putus sekolah yaitu ketidaksinkronan data. Oleh sebab itu, Femmy berharap seluruh pihak terkait dalam hal ini Kemendikbud maupun jajaran di level pemerintahan daerah dapat memperbaiki pengelolaan data tersebut.

Menurutnya, data yang termuat haruslah by name by address guna memastikan penanganan yang diberikan terhadap anak putus sekolah benar-benar tepat sasaran.

"Kita dorong teman-teman di daerah untuk memiliki data tersebut. Memastikan semua anak usia sekolah mendapatkan pendidikan sebagaimana yang diamanatkan oleh peraturan pemerintah," tutur Femmy.

Pada kesempatan rapat yang dihadiri oleh sejumlah perwakilan kementerian/lembaga dan beberapa Kepala Dinas Pendidikan di daerah, ia juga turut menyampaikan apresiasi atas upaya dan inovasi yang telah dilakukan daerah dalam menangani persoalan anak putus sekolah.

"Saya tentu sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan dan harapannya kita semua bisa segera mengatasi persoalan ini secara bersama-sama," tandasnya.

Kontributor Foto:
Reporter: