Pemerintah Tanggap Bencana Banjir Bandang di Luwu Utara

Jakarta (23/7) -- Sepekan lebih setelah banjir Masamba dan sekitarnya (13/7) di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, tim gabungan terdiri dari pemerintah pusat dan daerah terus berkoordinasi melakukan upaya penanganan tanggap darurat bencana.

Status tanggap darurat bencana telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Bupati Luwu Utara Nomor 188.4.45/317/VII/2020, terhitung sejak 14 Juli hingga 12 Agustus 2020. Jumlah korban meninggal tercatat sebanyak 38 jiwa, hilang 10 jiwa, pengungsi 14.483 jiwa, dan luka-luka 97 jiwa.

Selain 10 rumah hanyut, 213 rusak, dan 4.202 terdampak, sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, rumah ibadah, dan fasilitas kesehatan juga tak luput mengalami kerusakan.

Deputi Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Dody Usodo HGS mengungkapkan bahwa proses penyelamatan dan evakuasi serta kaji cepat tengah dilakukan oleh Tim TRC BPBD setempat bersama TNI/Polri, Basarnas, dan relawan.

"Bantuan kebutuhan dasar korban seperti makanan cepat saji, tempat mengungsi, dan obat-obatan disiapkan dan dikoordinir BPBD bersama relawan," ujarnya saat memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Eselon I Penanganan Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, di Ruang Rapat Lantai 14, Kemenko PMK, Jakarta.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial, Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, BNPB, Kementerian Desa PDTT, Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama dan Kemen LHK yang tentunya di bawah koordinasi Kemenko PMK juga sudah memberi bantuan serta penanganan sesuai tupoksi masing-masing.

Lebih lanjut, berbagai kebutuhan dan kendala di lapangan terutama saat proses penanganan korban dan rehabilitasi lokasi bencana akan dilakukan secara bersama-sama melibatkan seluruh stakeholder terkait.

"Kita tentu berharap upaya penanganan terutama bagi para korban dapat sesegera mungkin dilakukan. Untuk itu perlu kerja sama semua pihak yang kita harapkan bisa turut mempercepat proses rehabilitasi sarpras nantinya," pungkas Dody.

Reporter: