Pemerintah Terus Perkuat Seluruh Lini Penanganan Covid-19

Jakarta (6/6) -- Penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia pada hari Sabtu 6 Juni 2020 mencapai 993 kasus. Ini adalah penambahan harian tertinggi sejak wabah ini melanda Indonesia pada awal Maret silam. 

Kasus-kasus positif Covid-19 masih terus berfluktuatif. Menurut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy hal tersebut sangat dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan masyarakat.

"Karena itu tingkat kepatuhan terus kita dorong agar menjadi salah satu solusi ketika kita menghadapi situasi yang mungkin terjadi di luar kemampuan kita," terang Muhadjir dalam wawancara dengan CNN Indonesia TV, Sabtu malam (6/6).

Untuk saat ini, menurut Muhadjir, tingkat kepatuhan masyarakat sudah cukup baik. Menurutnya, bila dianalogikan dengan angka kepatuhan masyarakat sudah mencapai nilai 7 dari 10. Tetapi, menurutnya, untuk mengimbangi penambahan kasus yang tidak stabil, pemerintah juga terus memperkuat semua lini penanganan Covid-19.

"Kita akan terus perbaiki dari semua lini. Mulai dari tracking, tracing, dan treatmentnya. Jadi kita akan terus melakukan penjejakan. Setiap ada kasus akan kita kejar mata rantainya," tuturnya.

Di tengah kondisi yang tidak stabil dan tak terduga-duga, pemerintah telah mengeluarkan tata aturan kenormalan baru (new normal). Kenormalan baru tidak serta merta diperbolehkan untuk semua wilayah, tetapi untuk zona hijau dengan penambahan kasus yang sudah rendah.

Pemerintah juga telah menerapkan berbagai macam strategi menghadapi kenormalan baru, seperti penguatan protokol kesehatan, SOP aman dari Covid-19, serta upaya memperbanyak uji spesimen dengan tes PCR. Menko Muhadjir menyampaikan, penerapan kenormalan baru akan sangat selektif dan penuh kehati-hatian.  

"Presiden sudah menyampaikan, jangan sampai kita melakukan dengan sembrono yang nanti menimbulkan kluster baru dan muncul gelombang dua, tiga yang malah sulit dikendalikan. Kita sama-sama waspada dan kerja sama pusat dan daerah sangat dibutuhkan untuk ini," katanya.

Pemberlakuan kenormalan baru dan pengurangan pembatasan di zona hijau, diakui Muhadjir, sebagai upaya pemerintah untuk mempertahankan kondisi roda ekonomi bangsa yang terguncang akibat pandemi. Pemerintah berusaha untuk berimbang antara pemulihan ekonomi dan pengendalian kesehatan.

"Memang kita akui bahwa keselamatan diutamakan. Tapi kalau tidak makan tidak ada penghasilan tidak selamat juga dong. Jadi kita berusaha berimbang," akunya.

Sekaligus, menurut dia, sosialisasi kepada masyarakat mengenai kepatuhan terhadap protokol-protokol, dan koordinasi dengan pihak pemerintah daerah akan terus dikuatkan agar penanganan Covid-19 bisa berjalan dengan baik. 

"Karena itu kita terus berkoordinasi dengan semuanya seperti organisasi masyarakat agar terjadi orkestrasi yang merdu yang indah yang bisa dinikmati di tengah situasi yang memprihatinkan ini," pungkas dia. (*)