Pemuda Harus Jadi Role Model Hidup Positif

KEMENKO PMK - Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak Perempuan dan Pemuda Kemenko PMK Femmy Eka Kartika Putri mengatakan, masa depan bangsa Indonesia ditentukan oleh para generasi muda. Oleh karena itu, pemuda harus menjadi role mode perilaku hidup positif.

“Alasannya, karena generasi muda adalah ujung tombak kemajuan dan pembangunan bangsa. Pemuda harus mencegah perilaku hidup yang berisiko dan harus berperilaku positif,” ungkap Femmy pada pembukaan Kongres Anak Indonesia 2022 di Grand Cempaka Hotel, Jum’at (25/11).

Lanjutnya, pemuda juga berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dalam segala aspek pembangunan nasional. 

“Potensi pemuda harus dioptimalkan dan dikelola dengan baik,” tuturnya.

Femmy menyampaikan, peningkatan kualitas pemuda sangat diperlukan sebagai salah satu upaya untuk mencetak pemimpin muda masa depan yang tangguh dan mampu berperan dalam pembangunan bangsa. 

Selain melalui peningkatan partisipasi pemuda, peningkatan kualitas pemuda juga harus dilakukan melalui pencegahan perilaku berisiko pada pemuda. Perilaku berisiko pada pemuda seperti penyalahgunaan narkoba, perilaku seksual berisiko, HIV/AIDS, bahaya merokok, perdagangan manusia, dekadensi moral, kekerasan, perundungan, pornografi/porno aksi.  

“Konsumsi rokok menjadi salah satu hambatan terbesar dalam mewujudkan cita-cita meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia khususnya pemuda," ucapnya.

Adapun salah satu perilaku berisiko yang paling banyak dijumpai pada pemuda adalah konsumsi rokok. 

Menurut data dari Global Adult Tobacco Survey (GATS), selama kurun waktu 10 tahun terakhir terjadi peningkatan signifikan jumlah perokok dewasa sebanyak 8,8 juta orang, yaitu dari 60,3 juta pada tahun 2011 menjadi 69,1 juta perokok pada tahun 2021.

“Ini merupakan tantangan bagi kita semua untuk melakukan upaya-upaya penghentian merokok,” kata Femmy. 

Ia mengungkapkan, hampir semua anak yang berada di lembaga pembinaan khusus anak (LPKA) adalah karena masalah NAPZA dan pencabulan.

“Saya ingin ingatkan, jangan mudah terbujuk oleh ajakan yang tidak bermanfaat untuk kalian sendiri, itu akan merugikan kalian. Kalian harus menjadi sumber daya manusia yang berguna bagi bangsa dan negara,” jelasnya.

Femmy berharap para pemuda juga dapat menginternalisasikan nilai utama revolusi mental, yakni kejujuran, etos kerja dan gotong royong. 

“Karena kalian adalah orng terpilih dan harus jadi contoh. Saya berharap semoga anak-anak dapat memiliki cita-cita yang tinggi agar Indonesia Emas 2045 dapat terwujud,” imbuh Femmy.

Adapun Kongres Anak Indonesia digelar secara daring dan luring diikuti sebanyak 300 anak dari 28 provinsi se-Indonesia.

Sebanyak 40 peserta yang akan mengikuti Kongres Anak Indonesia XV secara luring berasal dari tiga provinsi yakni DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

Kontributor Foto:
Reporter: