Peran Strategis Pendidikan MIPA dalam Pembangunan SDM

Jakarta (3/10) --  Indonesia akan memasuki era bonus demografi dalam beberapa tahun mendatang, tepatnya pada tahun 2030. Menghadapi era tersebut memerlukan berbagai persiapan, utamanya pada generasi muda di masa kini agar mampu membawa kemajuan di masa tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, bidang keilmuan yang harus dikuasai bagi generasi muda sebagai persiapan memasuki angkatan kerja dan memasuki era bonus demografi adalah bidang keilmuan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).

Dia menjabarkan bahwa secara internasional  disepakati pembelajaran yang harus dikuasa dan penguasaan yang sifatnya generik ada tiga bidang, yakni: Matematika, IPA dan Literasi.

"Karena dengan tiga modal keilmuan inilah, harapan kita, ketika anak-anak masuk sebagai angkatan kerja itu bisa memaksimalkan kemampuan dan potensinya," ujar Muhadjir saat menyampaikan pidato kunci dalam Seminar Nasional IPA Ke-5 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Malang, pada Sabtu (3/10).

Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini, pendidikan MIPA sangat vital dan strategis untuk diberikan sejak usia dini, sampai pendidikan menengah dan tinggi. Pendidikan MIPA, sebutnya, adalah bagian yang tak terpisahkan dalam membangun sumber daya manusia (SDM).

"Pembelajaran MIPA adalah inheren bagian yang tak terpisahkan dalam membangun sumber daya manusia dan menjadi angkatan kerja yang berbudaya, menjadi manusia yang memiliki kemampuan intelektual dan penguasaan lingkungan yang baik. Itu kalau pembelajaran MIPA dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," pungkas Menko Muhadjir.

Reporter: