Percepat Penurunan Angka Stunting Melalui Pencegahan Perkawinan Anak Usia Dini

KEMENKO PMK -- Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama dengan K/L terkait kembali mengadakan Rapat Koordinasi sebagai tindak lanjut setelah ditetapkannya Kabupaten Temanggung sebagai Kabupaten percontohan penurunan stunting berbasis keluarga.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK Femmy Eka Kartika Putri mengatakan bahwa salah satu faktor penyebab stunting adalah perkawinan anak. 

Perkawinan anak tersebut menjadi beban bagi para pasangan muda yang belum memiliki penghasilan cukup sehingga kebutuhan gizi anak-anaknya tidak terpenuhi secara optimal. 

"Salah satu penyebab stunting ini yaitu perkawinan anak, dimana para pasangan muda itu belum memiliki penghasilan yang layak sehingga kebutuhan akan gizi anak-anak mereka tidak dapat tercukupi secara optimal," ucapnya saat memberikan arahan pada Rapat Koordinasi tersebut di Hotel Aston Priority, Jum'at (11/3). 

Menurut data dari Pengadilan Agama Kabupaten Temanggung pada tahun 2021, terdapat 503 kasus dispensasi kawin bagi calon suami atau istri yang belum berusia 19 tahun. Hal tersebut menjadi perhatian bersama bagi daerah yang menjadi percontohan penurunan angka stunting. 

Deputi Femmy juga menambahkan perlunya strategi pencegahan perkawinan anak salah satunya yaitu melalui penguatan koordinasi dan sinergi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. 

"Saat ini, kita perlu memperkuat koordinasi dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan sebagai salah satu upaya pencegahan perkawinan anak, khususnya pada Kabupaten Temanggung yang dijadikan Kabupaten Percontohan," ujar Femmy. 

Pemerintah sudah memiliki Strategi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak dimana tujuannya adalah meningkatkan komitmen terhadap pencegahan perkawinan anak baik di tingkat nasional hingga tingkat desa. 

Direktur Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda, dan Olahraga Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (KemenPPN) Woro Srihastuti menjelaskan bahwa Strategi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak (Stranas PPA) memiliki fokus intervensi yang dapat membangun nilai dan norma terhadap pencegahan perkawinan anak. 

"Stranas PPA ini memiliki fokus intervensi pada penguatan ketahanan keluarga serta peningkatan partisipasi anak dalam pencegahan perkawinan anak sehingga nantinya dapat menurunkan angka stunting pada balita," tuturnya.

Kontributor Foto:
Reporter: