Yogyakarta Jadi Role Model Untuk Tingkatkan Indeks Pembangunan Pemuda

Yogyakarta (10/9) -- Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengadakan pertemuan untuk berkoordinasi dan berdialog dengan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga dari 34 Provinsi di Indonesia. Pertemuan dihadiri peserta secara daring dan luring di Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Kamis (10/9).

Asisten Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenko PMK Yohan menjelaskan, pertemuan dilakukan guna meningkatkan komitmen dalam penurunan kesenjangan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) domain pendidikan antar provinsi.

“Pertemuan ini merupakan salah satu cara menemukan metode yang tepat untuk meningkatkan IPP, baik di tingkat Nasional, maupun di tingkat Provinsi. Karena, capaian IPP Nasional merupakan agregat capaian IPP pada masing-masing provinsi," jelas Yohan.

Sebagai informasi, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan Provinsi dengan capaian Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) tertinggi se-Indonesia sejak tahun 2015 hingga 2018. Capaian tersebut didukung oleh capaian domain pendidikan. Nilai IPP domain pendidikan di Provinsi ini meningkat dari 83,33 pada tahun 2015 menjadi 90,00 pada tahun 2018 dengan rincian, rata-rata lama sekolah yang sudah mencapai 12,09 Tahun dan angka partisipasi kasar di Perguruan Tinggi sebanyak 70,6 pada tahun 2018. 

Sekretaris Daerah Provinsi DIY Kadarmanta Baskara Aji dalam pertemuan mengatakan bahwa capaian IPP domain pendidikan di Provinsi DIY tidak lepas dari peran 250 ribu pemuda terbaik (per tahun 2020) dari berbagai daerah di seluruh Indonesia yang memilih untuk mengenyam pendidikan di Provinsi ini. Ia juga mengatakan visi pendidikan di Provinsi DIY, yakni menjadi pusat pendidikan berbasis budaya yang terkemuka se-Asia Tenggara pada Tahun 2025.

Menyetujui pernyataan dari Sekretaris Daerah Provinsi DIY, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Provinsi DIY Didik mengatakan bahwa Provinsi DIY merupakan salah satu daerah tujuan pendidikan di Indonesia. Sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas pemuda dari segi pendidikan dan menarik pemuda untuk melanjutkan pendidikan, Pemerintah Provinsi DIY telah mengalokasikan anggaran untuk siswa di Sekolah Menengah/sederajat untuk mendampingi dana BOS, menyelenggarakan promosi pendidikan tinggi, advokasi pendidikan di daerah kantong anak putus sekolah, dan fasilitasi keikutsertaan pemuda dalam program pemerintah, seperti Program Desa Mandiri.

Esa Sukmawijaya, Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi, Kemenpora mengatakan bahwa untuk mewujudkan visi Pembangunan Pemuda akan dilaksanakan penguatan, perluasan, dan pemantapan kolaborasi antar stakeholder. Kolaborasi akan mendukung strategi pembangunan kepemudaan selanjutnya, yakni, pencegahan perilaku berisiko pada pemuda dan peningkatan partisipasi pemuda dalam kegiatan sosial dan politik. (*)

Kontributor Foto:
Editor :
Reporter: