Kemenko PMK Dorong Pelibatan Dunia Usaha Perkuat Resiliensi Bangsa dalam Journal Club Kebencanaan

KEMENKO PMK – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) terus mendorong penguatan kolaborasi multipihak dalam penanggulangan bencana melalui penyelenggaraan Journal Club Kebencanaan bertajuk "Sinergi Aksi Usaha untuk Ketangguhan Indonesia" yang digelar di Menara Astra, Jakarta, pada Kamis (30/7/2026).

Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Lilik Kurniawan, menyampaikan bahwa Indonesia sebagai negara yang berada di kawasan Ring of Fire menghadapi lebih dari 2.800 kejadian bencana setiap tahun. Kondisi tersebut menuntut penguatan ketangguhan nasional melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha.

Menurut Lilik, dampak bencana tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga mengganggu rantai pasok, aktivitas ekonomi, serta keberlangsungan usaha. Oleh karena itu, keterlibatan dunia usaha perlu diarahkan tidak hanya pada bantuan saat tanggap darurat, tetapi juga pada upaya pengurangan risiko bencana, kesiapsiagaan, dan pemulihan secara berkelanjutan.

"Bisnis yang tangguh hanya dapat tumbuh di atas masyarakat yang tangguh. Karena itu, pelibatan dunia usaha harus menjadi bagian dari strategi nasional untuk membangun resiliensi melalui kolaborasi yang terstruktur dan berkelanjutan," ujar Lilik.

Dalam paparannya, Lilik menjelaskan bahwa paradigma pelibatan dunia usaha perlu bergeser dari pendekatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang bersifat insidental menuju social investment dan penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG). Pendekatan tersebut mendorong dunia usaha untuk berinvestasi pada upaya pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga pemulihan pascabencana sebagai bagian dari keberlanjutan bisnis.

Selain itu, Lilik menekankan pentingnya membangun kemitraan yang mampu menghadirkan aksi nyata di lapangan, mulai dari pelatihan mitigasi berbasis komunitas, penguatan sistem peringatan dini, mobilisasi bantuan logistik, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat pascabencana.

Kegiatan ini juga menghadirkan perwakilan dari Forum Lembaga Usaha Penanggulangan Bencana Indonesia (ForLUPBI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), PT Pertamina, PT PLN, PT Telkom Indonesia, PT Predikt Tangguh Indonesia, PT Astra International Tbk., PT Pamapersada Nusantara, PT Gaya Motor, Menara Astra, PT Denso Indonesia, PT Toyota Astra Motor, dan PT Katalis Bumi Nusantara.

Melalui Journal Club ini, Kemenko PMK berharap terbangun komitmen bersama antara pemerintah dan dunia usaha untuk memperkuat pengurangan risiko bencana, meningkatkan kesiapsiagaan, mempercepat respons, serta mendukung pemulihan yang lebih baik, lebih aman, dan lebih kuat (Build Back Better, Safer, and Stronger) guna mewujudkan Indonesia yang semakin tangguh menghadapi bencana.

Kontributor Foto:
Editor :
Reporter: