Menggusur Kesenjangan Sosial dengan GIMa

Dampak Gerakan Indonesia Mandiri (GIMa) diharapkan  dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh rakyat Indonesia. Peran aktif dunia usaha dan BUMN sangat diperlukan agar Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) dapat terlaksana secara meluas dan berkelanjutan guna mendorong kemajuan bangsa.

Gerakan Indonesia Mandiri (GIMa) diharapkan dapat berperan untuk mengecilkan gini ratio (tingkat kesenjangan sosial) dan mencapai pemerataan ekonomi. Hal ini tentu perlu didorong dengan berbagai usulan-usulan program agar tercipta iklim positif bagi pengembangan koperasi, kewirausahaan, ekonomi kreatif, optimalisasi produk dalam negeri, hingga peningkatan kualitas SDM. Hal ini disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK, Didik Suhardi, di sela rapat koordinasi penguatan kolaborasi Kemenko PMK dan Kemenko Perekonomian dalam pelaksanaan GIMa, Senin (21/02).

Ditambahkan Didik, capaian GIMa dalam hasil pengukuran Indeks Capaian Revolusi Mental (ICRM) 2018 sebesar 47,25, tercatat masih dibawah 4 (empat) corak program gerakan lainnya dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). “Sehingga perlu upaya yang lebih untuk mendorong berbagai  gerakan bersama untuk meraih capaian yang lebih baik di bidang kemandirian ini, “tutur Didik.

Lebih lanjut diperlukan pemetaan berbagai program unggulan (champion) berkaitan dengan perubahan perilaku dan peningkatan inovasi yang memantik pertumbuhan perekonomian bangsa. “Terutama melalui ekonomi kreatif dengan pemanfaatan teknologi digital, koperasi, serta pembudayaan cinta produk dalam negeri.  Perlu dukungan penuh juga untuk pengembangan UMKM dan kewirausahaan. Seluruhnya tidak sekedar mengejar pertumbuhan ekonomi namun juga didasari semangat nilai-nilai etos kerja, gotong-royong, dan integritas (EGI), “tutur Didik.

Menangapi hal ini Kepala Biro Umum sekaligus Plt. Biro Perencanaan Kemenko Perekonomian, Hari Kristijo, menyebutkan bahwa semua indikator yang tertera dalam pengukuran ICRM dimensi Mandiri akan ditindaklanjuti melalui pembagian peran dan tanggung jawab lintas Kedeputian dan Keasdepan di lingkup Kemenko Perekonomian, agar setiap indikator dapat terus dipantau kemajuannya. Diakuinya, Gugus Tugas (GT) di Kemenko Perekonomian belum dapat berjalan optimal, mengingat lembaga masih fokus pada upaya penanganan dan pemulihan ekonomi nasional selama pandemi dan pasca pandemi Covid-19.  

Untuk itu, Kemenko Perekonomian akan segera melakukan revitalisasi GT lingkup internal Kemenko Perekonomian. serta menjalin koordinasi yang erat dengan K/L terkait lainnya diantaranya Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian BUMN, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Kementerian Perindustrian. Memandang upaya publikasi juga menjadi bagian penting untuk diseminasi kepada masyarakat, Asdep Komunikasi akan turut mengambil bagian pada ranah publikasi Gerakan Indonesia Mandiri dalam paying GNRM. 

Selain itu, Kemenko Perekonomian akan memberi perhatian khusus pada program unggulan yang bergerak di bidang industri kecil dan non kecil yang berorientasi pada ekspor. Terutama dengan memunculkan kelompok usaha kecil yang berkembang dengan dukungan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), perluasan Program Kartu Prakerja, Peningkatan Kemudahan Usaha melalui OSS, Program Bangga Buatan Indonesia, dan penyaluran Dana Desa.

“Sebagai upaya berkelanjutan untuk koordinasi GIMa, kami akan menjadwalkan pertemuan setiap bulan dengan Kemenko PMK, “tutur Hari Kristijo. Hal ini disambut baik oleh Asisten Deputi Revolusi Mental, Katiman Kartowinomo, yang sekaligus membuka peluang pengusulan  indikator lainnya (jika ada) yang mewakili keberhasilan pencapaian GIMa, untuk dikoordinasikan kepada Badan Pusat Statistik (BPS). Selain itu, diharapkan Kemenko Perekonomian dapat mendorong keterlibatan dan peran aktif dunia usaha serta BUMN dalam pelaksanaan Revolusi Mental.

“Inpres 12/2016 mengamanatkan setiap Koordinator Program Gerakan dapat melaporkan capaiannya secara berkala, sekaligus memasifkan lagi berbagai aksi nyata di masyarakat. GNRM merupakan salah satu prioritas dalam kampanye Presiden, sehingga perlu menjadi perhatian bersama agar  lebih besar lagi dampak dan gaung capaiannya serta lebih banyak lagi kelompok sasaran terlibat khususnya kaum milenial, “imbuh Katiman.

Pada kesempatan ini Kemenko PMK turut mengajak peran serta Kemenko Perekonomian dalam Aksi Nyata  Penanaman 10 juta pohon sebagai bentuk penguatan etos kerja dan gotong royong untuk kemandirian ekonomi masyarakat, dan tercipta melalui budaya menanam pohon. Pertemuan Kemenko PMK dengan Kemenko Perekonomian ini diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi yang telah terjalin serta mendukung tercapainya perluasan dampak kemandirian bagi masyarakat secara luas . 

Kontributor Foto:
Reporter: