Penajaman GNRM Lewat Kolaborasi EGI-BerAKHLAK

GIM bisa menjadi pelopor dalam meningkatkan  perubahan perilaku baik dalam isu pelayanan publik oleh penyelenggara negara. Untuk itu, perlu penajaman nilai-nilai dasar revolusi mental, yaitu etos kerja, gotong-royong dan integritas lewat kolaborasi EGI-BerAKHLAK.

Gerakan Indonesia Melayani (GIM) diharapkan bisa menjadi pelopor dalam meningkatkan  perubahan perilaku baik dalam isu pelayanan publik oleh penyelenggara negara. Hal ini sesuai amanat Inpres No. 12 tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental  (GNRM) yang menyasar pada 5 corak program gerakan. Salah satunya adalah GIM, dimana Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi KemenPAN RB menjadi Koordinator Program Gerakan (KPG).

Sejalan dengan hal itu, Kemenko PMK melalui Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan  Prestasi Olahraga (Deputi RMPKPO),  Didik Suhardi menandaskan bahwa selama ini, Kemenko PMK bersama KemenPAN-RB selalu berkoordinasi dan perlu penguatan kolaborasi dalam pelaksanaan GNRM.

“Kita berharap GIM bisa menjadi pelopor dalam meningkatkan  perubahan perilaku baik dalam isu pelayanan publik oleh penyelenggara negara. KemenPAN-RB memiliki program yang relevan dengan GNRM. Core values ASN  BerAKHLAK, diharapkan dapat menjadi bagian dalam rangka implementasi GNRM terutama  di GIM, “tutur Didik dalam Rapat Koordinasi Teknis Penguatan Kolaborasi Kemenko PMK dan KemenPanRB dalam pelaksanaan GNRM, Rabu (16/2).

Ditambahkan, Capaian koordinasi GIM dalam pelaksanaan GNRM  berada pada KP-2 yakni Revolusi Mental dalam Tata Kelola Pemerintahan. Asisten Deputi Revolusi Mental, Katiman menandaskan capaian Indeks Pelayanan Publik semakin meningkat dari tahun ke tahun. Apresiasi ditujukan atas peluncuran ASN BerAKHLAK untuk menyeragamkan nilai-nilai dasar  bagi seluruh ASN di Indonesia.  BerAKHLAK yang dimaksud merupakan  singkatan dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal,  Adaptif, dan Kolaboratif. 

Sementara itu, Deputi bidang pelayanan publik, KemenPAN-RB, Diah Natalisa, menandaskan  pihaknya sebagai KPG  telah menguatkan GIM melalui 10 fokus program yang diamanatkan pada KP-2 (RM dalam  Tata Kelola Pemerintahan), serta KP-4 (Penguatan Pusat-Pusat Perubahan GNRM). Diah juga menjelaskan rencana strategi GNRM dalam tata kelola pemerintahan tahun 2022 yakni dengan mengefektifkan kegiatan pendampingan kepada K/L/Daerah agar Forum Konsultasi  Publik (FKP) dapat ditingkatkan. Selain itu, isu peningkatan disiplin menjadi perhatian  penting tahun ini.

“Berdasarkan hasil pengukuran Indeks Capaian Revolusi mental (ICRM) 2018, dalam pelaksanaan RM di daerah (provinsi)  untuk mengukur perspektif masyarakat (unit rumah tangga) diketahui GIM memiliki hasil capaian tertinggi dibandingkan program gerakan lainnya, “tutur Diah Natalisa seraya menambahkan tahun 2022, pihaknya juga akan merencanakan pembentukan Gugus Tugas  GIM. 

Dukungan penajaman GNRM tahun 2022 datang dari Tim Ahli Gugus Tugas Nasional (GTN) GNRM, Alissa Wahid. Ditegaskan Alissa, harus dicari irisan antara core  value ASN BerAKHLAK dan aksentuasi Nilai strategis Instrumental Revolusi Mental NSIRM yakni EGI (Etos kerja, Gotong-royong dan  Integritas). “Dalam konteks Reformasi Birokrasi, NSIRM itu bisa diperkuat dalam  program-program GIM oleh KemenPAN-RB, “tutur Alissa Wahid.

Ditambahkan oleh Alissa Wahid, Tema GNRM 2022 adalah “Teguhkan Tekad, Bangkit Demi Negeri.” Hal ini juga selaras dengan peran Indonesia menjadi tuan rumah G-20  yang memiliki tema Recover Together, Recover Stronger.

GIM dilatarbelakangi oleh permasalahan bahwa pelayanan publik di tanah air belum dapat memberikan pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat, sehingga pemerintah perlu meningkatkan dan memperbaikinya. Perbaikan pelayanan publik diawali dengan mendengarkan aspirasi masyarakat yang aktif memberikan saran kepada pemerintah.

Sejalan dengan hal itu, Kemenko PMK mendorong pembahasan lebih lanjut terkait penyamaan persepsi untuk rekomendasi  penyelerasan core values ASN BerAKHLAK dengan NSIRM EGI menjadi bagian dari dari GNRM.  Untuk itu, perlu didorong pembentukan dan aktiviasi gugus tugas (GT) GNRM di  lingkup KemenPAN-RB maupun K/L terkait untuk mendukung capaian GIM. Langkah  penajaman isu yang berkaitan dengan pengukuran capaian dampak (outcome) mengenai core  values ASN BerAKHLAK dengan turut melibatkan Kedeputian Sumber Daya Manusia  Aparatur KemenPAN-RB.

Dalam rapat kordinasi ini ditegaskan perlunya pertemuan koordinasi lebih lanjut dengan Bappenas terkait pembahasan  anggaran pengukuran ICRM secara tahunan. Mulai tahun ini, Kemenko PMK  juga akan mengalokasikan dukungan anggaran untuk kegiatan koordinasi yang dilakukan oleh KPG dalam rangka kegiatan koordinasi dengan K/L  dan penyusunan laporan. Sebab, dapat dikatakan GIM menjadi salah satu penunjang output yang baik dalam pelaksanaan  GNRM. 

 

​​​​​​Reporter  : PS

Fotografer : Humas KemenPAN-RB

 

 

Kontributor Foto:
Reporter: