Kemenko PMK Pantau Kesiapan Daerah Hadapi New Normal

Depok (18/6) -- Pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menurunkan tim khusus untuk melakukan pemantauan secara langsung ke daerah guna memastikan kesiapan menghadapi era new normal.

Kepala Bidang Penyakit Tidak Menular Kemenko PMK Rama Prima Syahti Fauzi mengatakan bahwa berdasarkan hasil temuan di lapangan, khususnya di wilayah Kota Depok, baik rumah sakit maupun Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat masih terus berupaya memaksimalkan kesiapan.

"Siap tidak siap harus siap. Monev ini kita lakukan salah satunya untuk melihat sejauh mana kesiapan daerah, terutama berkaitan dengan fasilitas kesehatan baik yang ada di RS maupun yang tersedia di Pemerintah Kab/Kota melalui Dinkes-nya," ujar Rama usai melakukan monev di RSUI dan Dinkes Kota Depok, Kamis (18/6).

Ia pun mengungkap fasilitas yang tersedia di rumah sakit rujukan Covid-19, seperti di RSUI, sudah sangat mumpuni. Oleh karenanya RSUI ditunjuk sebagai jejaring pemeriksaan Covid-19 level nasional melalui Kepmenkes No. HK. 01.07/MENKES/214/2020.

Hanya menurut paparan tim dari RSUI yang disampaikan saat kunjungan tersebut, tutur Rama, meskipun sudah mempunyai sertifikat RS paripurna dan secara kapasitas sudah mumpuni, namun dari segi fasilitas laboratorium untuk pemeriksaan Covid-19 yang ada di RSUI belum sempat distandarisasi.

"Mungkin yang lain juga begitu, karena memang laboratorium Bio Safety Level-2 (BSL-2) itu harus memenuhi standar keamanan dari komite penilai yaitu Lembaga Penilai Kesesuaian (LPK). Standarnya adalah SNI,"  jelasnya.

Sementara itu, imbuh Rama, Dinkes Kota Depok melaporkan bahwa proses tracing atau penelusuran kontak masih terkendala akibat sinkronisasi data yang belum tersistem secara baik khususnya mengenai data epidemologi dengan data hasil laboratorium.

"Masalah data sangat penting karena kalau datanya tidak lengkap, tracing akan sulit dilakukan. Selanjutnya tentu kita akan lakukan evaluasi dan meminta Kemenkes agar memperbaiki sistem feedbacknya, sistem trackingnya. Jadi ketika pusat meminta kab/kota melakukan penelusuran kontak sekaligus diinfokan NIK-nya berapa dan nomor kontaknya berapa," tandas Rama.

Untuk diketahui, monev yang dilakukan Tim dari Kemenko PMK ke Dinkes Kota Depok itu memiliki target informasi tentang 4 (empat) hal yakni terkait imunisasi, HIV dan Tb, penelusuran kontak, serta kapasitas lab dalam pemeriksaan spesimen Covid-19.

Kontributor Foto:
Reporter: