Keseriusan Pemerintah dan Ormas Tangani Covid-19

Jakarta (23/4) -- Pandemi Coronavirus Desease 2019 (Covid-19) di Indonesia masih mengkhawatirkan. Tiap harinya pasien terkonfirmasi positif terus bertambah. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah sudah serius menangani Covid-19 di Indonesia.

Muhadjir menyampaikan, pemerintah dalam memerangi Covid-19 menggunakan strategi 'trisula', yakni kesehatan, jaring pengaman sosial, dan survabilitas ekonomi. Bidang kesehatan, tegas Muhadjir, sebagai ujung tombak penanganan.

"Pemerintah dalam memerangi Covid-19 ini menggunakan strategi apa yang saya sebut sbagai trisula, yakni kesehatan, jaring pengaman sosial dan survivabilitas ekonomi. Kesehatan sebagai ujung tombaknya dan jantungnya," ucap Menko PMK saat menjadi narasumber dalam diskusi online 'Covidtalk' yang diselenggarakan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), Kamis (23/4).

Muhadjir mengatakan, fokus kesehatan yang saat ini tengah ditangani pemerintah mulai dari pembiayaan, alat kesehatan baik alat pelindung diri dan masker, survailance dan tracking pasien Covid-19. "Untuk sekarang ini kita anggap ujung tombak sudah berjalan baik," katanya.

Selain penanganan kesehatan, saat ini pemerintah juga memprioritaskan ke penyaluran jaring pengaman sosial. Karena itu pemerintah perketat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan melarang mudik agar penyebaran Covid-19 tak meluas. 

Sedangkan untuk survivabilitas ekonomi, pemerintah mengusahakan agar roda perekonomian tidak sampai benar-benar lumpuh dan tetap bertahan di tengah badai Covid-19. Semua insentif eknomi seperti diskon pajak bisnis, pajak UMKM diberikan pemerintah pusat agar perekonomian bisa bertahan.

Peran dari organisasi kemasyarakatan dan keagamaan seperti Muhammadiyah menurut Menko PMK juga sangat penting untuk mendukung percepatan penanganan Covid-19 di Indonesia.

"Seperti yang dilakukan Muhammadiyah dengan membentuk MCCC sudah sangat baik dalam membantu percepatan penanganan Covid-19," pungkasnya.

Untuk diketahui, Muhammadiyah Covid-19 Command Center atau disingkat MCCC merupakan tim khusus dari Muhammadiyah sebagai pusat koordinasi untuk melakukan program-program pencegahan dan penyembuhan dari virus corona. Bahkan sampai hari ini sudah ada 67 Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah (RSMA) yang ditunjuk merawat pasien Covid-19.

Pembentukan tim ini merupakan sebuah tindak lanjut dari penugasan kepada Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) untuk melakukan koordinasi. Tugas dari Tim MCCC ini ialah pencegahan yaitu berupa edukasi dan kesehatan masyarakat, mitigasi, pengobatan, dan terakhir psikososial.

Kontributor Foto:
Reporter: