Kewirausahaan Pemuda Atasi Pengangguran di Provinsi Banten

Tangerang (31/3) -- Provinsi Banten memiliki angka pengangguran cukup tinggi termasuk di kalangan pemuda usia 16-30 tahun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, tingkat pengangguran terbuka Provinsi Banten sebesar 10,64% atau di atas rata-rata nasional 7,07%.

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melakukan rapat koordinasi terkait kebijakan kewirausahaan pemuda di Provinsi Banten pada Rabu (31/3) di Hotel Fame, Tangerang, Banten.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK Femmy Eka Kartika Putri mengatakan bahwa kewirausahaan merupakan salah satu upaya untuk mengatasi masalah pengangguran, termasuk di kalangan pemuda.

"Pemuda adalah ujung tombak dari kemajuan bangsa kita ke depan. Karena itu, kita harus mendorong mereka untuk menjadi pemuda yang produktif diantaranya melalui program kewirausahaan," ujarnya saat rakor.

Ia pun menekankan bahwa pemuda perlu diberikan fasilitas atau peluang untuk membuka usaha. Terkait hal ini, pemerintah memiliki program prioritas pelatihan kewirausahaan inkubasi usaha terutama bagi pemuda.

Namun demikian, menurut Femmy, penting juga untuk membangun karakter wirausaha pemuda lalu penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) guna menjawab tantangan revolusi industri 4.0.

"Sekarang ini zamannya serba digital. Kewirausahaan pemuda harus diikuti dengan kemampuan dalam berteknologi. Ini sangat penting kalau mereka mau mengembangkan usaha," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Riset dan Teknologi Kadin Banten Hady Sutjipto menjelaskan struktur lapangan pekerjaan di Provinsi Banten mayoritas didominasi sektor perdagangan, industri, dan pertanian.

"Hampir 42% angkatan kerja di Banten itu buruh, karyawan, atau pegawai. Ironisnya tingkat pengangguran terbuka kita dilihat berdasarkan pendidikan justru terjadi pada lulusan SMK yang seharusnya mereka siap bekerja," paparnya.

Mengatasi permasalahan tersebut, ungkap Hady, Pemerintah Provinsi Banten membentuk Tim Percepatan Digitalisasi Daerah (TPDD). Sehingga demikian, para pemuda dapat diberikan advokasi berupa pelatihan pengembangan digitalisasi untuk mengembangkan usaha.

"Momentum saat ini adalah kesempatan kita untuk melakukan transformasi digital. Karena merujuk data, berbagai jenis usaha mengalami peningkatan penjualan secara online sebesar 10-15%," tandasnya.

Seraya menanggapi, Plt Asisten Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenko PMK Roos Diana Iskandar menegaskan bahwa strategi program kewirausahaan pemuda harus melibatkan lintas sektor, baik di kementerian/lembaga maupun dinas terkait di daerah.

"Kewirausahaan tidak hanya bisa ditangani oleh satu kementerian/lembaga, tetapi melibatkan semua. Kolaborasi dan sinergitas menjadi sangat penting agar masalah kepemudaan khususnya terkait pengangguran ini bisa teratasi," pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, hadir secara luring maupun daring perwakilan berbagai kementerian/lembaga serta dinas-dinas terkait di Provinsi Banten.

Kontributor Foto:
Reporter: