Lima Pejabat Kemenko PMK Resmi Dilantik

Menko PMK : Seluruh pegawai harus bahu-membahu bekerjasama dengan baik

Kemenko PMK - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayan (Menko PMK) Muhadjir Effendy resmi melantik pejabat di lingkungan Kemenko PMK di Ruang Heritage Kantor Kemenko PMK, Senin (13/6).

Pelantikan Pejabat Tinggi Pratama dan Pejabat Fungsional Tertentu ini dilakukan terhadap 5 (lima) Aparatur Sipil Negara (ASN), yakni:
1.    Veronica Enda Wulandari, sebagai Asisten Deputi Bantuan dan SUBSIDI Tepat Sasaran
2.    Ponco Respati Nugroho, sebagai Sekretaris Dewan Jaminan Sosial Nasional
3.    Ricky Radius Siregar, sebagai Asisten Deputi Pemberdayaan Disabilitas dan Lanjut Usia
4.    Dwidoyo Supangkat, sebagai Perencana Ahli Madya
5.    Citra Yuliyanti, sebagai Dokter Gigi Ahli Muda

“Kepada pejabat yang dilantik, saya memberikan kesempatan belajar hal-hal yang baru dan bersedia keluar dari zona nyaman (comfort zone). Penugasan ini harus dipandang sebagai bentuk apresiasi, agar bisa memiliki kesempatan belajar dan mengembangkan pengalaman baru. Semakin variatif jabatan yang kita jalani, semakin mengasah kemampuan manajerial dan keluasan wawasan,” uajr Menko PMK Muhadjir Effendy.

Adapun menurut studi empiris, seseorang yang memiliki pengalaman lintas bidang dan berani keluar dari comfort zone akan jauh lebih tanggap dan berhasil. 

Dari perspektif revolusi mental, sebagai Aparatur Sipil Negara, para pejabat yang dilantik diharapkan mampu menjadi yang terdepan dan mampu memberi contoh yang baik dalam mengemban tugas di manapun. 

“Dalam hidup, satu hal yang merupakan keniscayaan adalah “perubahan”. Jika kita tidak mau berubah, beradaptasi, dan mengejar prestasi, maka justru kita yang akan diterjang oleh perubahan itu sendiri,” ungkap Muhadjir.

Ia juga menekankan bahwa Kemenko PMK harus menjadi organisasi yang adaptif terhadap perubahan. Para Pejabat Eselon II harus menjadi yang terdepan dalam melakukan inovasi dan terobosan, sehingga implementasi fungsi koordinasi, sinkronisasi dan pemantauan (KSP) dari Kantor PMK dapat lebih optimal.

“Semua Pejabat Eselon II harus bisa menjadi inisiator atas tugas pokok dan fungsi KSP tersebut dengan arahan Deputi masing-masing,” kata Menko PMK. Selain itu, para Deputi juga diminta segera melakukan konsolidasi dan koordinasi internal. 

Sementara itu, pada proses pengambilan kebijakan, terbuka ruang untuk berbeda. Namun pada saat keputusan sudah diambil, maka semua terikat untuk metaatinya. Tidak boleh ada subordinasi karena hal itu akan merusak team work.

Sebagai suatu tim besar Kemenko PMK, Menko PMK juga meminta kepada seluruh pegawai agar bahu-membahu bekerjasama (gotong royong) dengan baik. Hilangkan ego kedeputian, berkomunikasi dan berkoordinasilah dengan baik. 

“Kita semua wajib menjaga marwah institusi Kemenko PMK. Jadilah penggerak perubahan ke arah yang lebih baik. Saya ingatkan kembali perlunya meningkatkan etos kerja, kerjasama dan menjaga integritas kita,” tandasnya.

Satu hal, kata Muhadjir, yang harus dipegang teguh adalah bahwa “tidak ada kerja keras dan berkinerja bagus yang sia-sia”. Bekerjalah dengan hati dan penuh dedikasi serta menjaga integritas.

“Akhir kata, saya mengucapkan selamat kepada para Pejabat yang dilantik dan terima kasih atas kinerja seluruh pegawai Kemenko PMK selama ini, semoga kita sebagai keluarga besar Kemenko PMK selalu dapat bekerja dengan penuh semangat dan bergotong-royong dalam menjalankan program Pemerintah untuk kehidupan rakyat yang lebih baik,” tutup Muhadjir.

Kontributor Foto:
Reporter: