KEMENKO PMK -- Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Warsito menegaskan bahwa penguatan dukungan bagi atlet penyandang disabilitas intelektual merupakan upaya penting untuk mewujudkan masyarakat yang inklusif, setara, dan berkeadilan.
Menurutnya, kolaborasi lintas kementerian, lembaga, organisasi, dan pemangku kepentingan perlu terus diperkuat untuk membuka ruang yang lebih luas bagi atlet penyandang disabilitas intelektual agar dapat berkembang dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
"Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor agar atlet penyandang disabilitas intelektual memperoleh kesempatan yang setara untuk berkembang, berprestasi, dan mengharumkan nama bangsa," ujar Warsito dalam Rapat Koordinasi Program dan Kegiatan Special Olympics Indonesia (SOIna), Kamis (11/6/2026).
Rapat koordinasi tersebut membahas sejumlah agenda strategis, antara lain persiapan Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II Nusa Tenggara Timur Tahun 2026, keikutsertaan Indonesia dalam Inclusive Futures Summit 2026 di Singapura, serta persiapan menuju Special Olympics World Games (SOWG) Santiago, Chile Tahun 2027.
Asisten Deputi Pemberdayaan Pemuda dan Peningkatan Prestasi Bangsa Kemenko PMK Gatot Hendrarto menekankan pentingnya pembinaan yang berkelanjutan bagi atlet-atlet SOIna sebagai bagian dari upaya peningkatan prestasi olahraga nasional yang inklusif.
"PESONAS II NTT 2026 menjadi momentum strategis untuk menjaring dan mempersiapkan atlet terbaik Indonesia menuju Special Olympics World Games 2027. Dukungan pembinaan, pelatihan, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan atlet-atlet kita," ujar Gatot.
Ketua Umum SOIna, Warsito Ellwein, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah terhadap pengembangan olahraga bagi penyandang disabilitas intelektual. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan ruang yang lebih luas bagi atlet-atlet bertalenta khusus untuk berkembang dan berprestasi.
"SOIna terus berupaya membuka ruang yang lebih luas bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Dengan dukungan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, kami optimistis PESONAS II NTT 2026 akan menjadi ajang yang membangkitkan semangat, kepercayaan diri, dan prestasi atlet-atlet bertalenta khusus Indonesia," ujarnya.
PESONAS II NTT 2026 dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur, dengan mempertandingkan tujuh cabang olahraga, yakni atletik, bocce, tenis meja, renang, senam ritmik, futsal, dan bulu tangkis. Ajang ini akan menjadi sarana seleksi atlet menuju Special Olympics World Games Santiago 2027 yang diperkirakan diikuti sekitar 6.000 atlet dari 170 negara.
"Melalui PESONAS dan berbagai ajang internasional, kita ingin memastikan bahwa tidak ada talenta yang tertinggal," pungkas Deputi Warsito menutup kegiatan.