Kemenko PMK Terima Delegasi ASEAN Studies Center UGM, Bahas Peran Indonesia di ASEAN dan Tata Kelola Digital AI

KEMENKO PMK -- Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menerima kunjungan kelembagaan (Institutional Visit) ASEAN Studies Center Universitas Gadjah Mada (ASC UGM) di Ruang Rapat Lantai 14 Kantor Kemenko PMK, Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Network of ASEAN–China Think Tanks (NACT) Working Group Meeting bertema "Aligning Digital Governance Norms between ASEAN and China: Towards a Stronger Regional Digital Order".

Kunjungan tersebut bertujuan memperkenalkan kebijakan dan pengalaman Pemerintah Indonesia dalam penguatan tata kelola digital dan kecerdasan artifisial (AI), sekaligus memperkuat kerja sama digital di kawasan ASEAN. Kegiatan diikuti sekitar 20 akademisi, peneliti, dan praktisi dari negara-negara ASEAN, Republik Rakyat Tiongkok, serta ASEAN Studies Center UGM yang dipimpin Direktur Eksekutif ASC UGM, Prof. Dafri Agussalim.

Dalam sambutannya, Staf Ahli Bidang Hukum dan Tata Kelola Pemerintahan Kemenko PMK Aris Darmansyah Edisaputra menjelaskan bahwa Kemenko PMK memiliki peran strategis sebagai koordinator program pembangunan manusia dan kebudayaan di Indonesia sekaligus national focal point ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC). Melalui peran tersebut, Kemenko PMK menyinergikan kebijakan dan program lintas kementerian/lembaga guna mendukung pelaksanaan agenda Pilar Sosial Budaya ASEAN di Indonesia.

"Pilar Sosial Budaya ASEAN memastikan kerja sama kawasan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penguatan pembangunan manusia, perlindungan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga ketangguhan menghadapi bencana," ujar Aris.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Kelembagaan Internasional Kementerian Komunikasi dan Digital Ichwan Makmur Nasution memaparkan arah kebijakan Indonesia dalam tata kelola digital di kawasan ASEAN. Indonesia, kata Ichwan, terus mendorong pengembangan _Artificial Intelligence_ (AI) yang bertanggung jawab, penguatan keamanan siber, perlindungan kelompok rentan di ruang digital, penanganan penyebaran deepfake dan informasi palsu, serta pengembangan ekonomi digital sebagai bagian dari prioritas kerja sama regional.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Pembangunan Talenta Kecerdasan Artifisial Nasional Dedy Permadi menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai regulasi dan kerangka tata kelola AI melalui pendekatan lintas sektor guna memastikan pemanfaatan AI berlangsung secara etis, aman, bertanggung jawab, sekaligus mendukung pengembangan talenta digital nasional.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif mengenai berbagai kebijakan pembangunan sosial budaya, tata kelola digital, dan pemanfaatan AI. Para delegasi berdialog mengenai pengalaman Indonesia dalam mengembangkan kebijakan di bidang tersebut. Diskusi dimoderatori oleh Kepala Biro Digitalisasi dan Pengelolaan Informasi Kemenko PMK Agung Gumilar Triyanto bersama Kepala Biro Manajemen Kinerja, Kerja Sama, dan Sumber Daya Manusia (MKKSDM) Kemenko PMK Nur Budi Handayani.

Melalui kegiatan ini, Kemenko PMK berharap pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara Indonesia, negara-negara ASEAN, dan Republik Rakyat Tiongkok semakin memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan tata kelola digital yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pembangunan manusia di kawasan ASEAN.

Kontributor Foto:
Reporter: