Peran Pentahelix Penting Untuk Cegah Intoleransi dan Radikalisme

KEMENKO PMK – Selama 76 tahun merdeka, Indonesia masih dihantui tantangan radikalisme dan terorisme. Kurangnya pendidikan toleransi antar-umat beragama dan bermasyarakat menjadi salah satu penyebab paham radikalisme menyebar dengan cepat.

“Generasi muda Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap persoalan intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Sebagai calon pemimpin bangsa, generasi muda jangan sampai mengalami disorientasi terhadap bangsanya,” ungkap Seskemenko PMK Y.B. Satya Sananugraha saat hadir mewakili Menko PMK Muhadjir Effendy pada Presidential Lecture dalam rangka HUT BPNT ke-12, Selasa (19/7).

Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, sinergi multi pihak (pentahelix) oleh seluruh elemen bangsa dalam mewujudkan Indonesia Harmoni sangat dibutuhkan dalam penanggulangan teroris dan intoleran. 

“Kita terus memberikan semangat bahwa teroris adalah musuh negara, musuh agama, yang perlu melakukan repetisi, sehingga tidak ada keraguan dalam menghadapi terorisme,” kata Kepala BNPT.

Adapun pada peringatan HUT ke-12, BNPT mengangkat tema “Gelorakan Sinergi Bangsa dalam Mencegah Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme Menuju Indonesia Harmoni". 

“Kita terus memberikan semangat bahwa teroris adalah musuh negara, musuh agama, yang perlu melakukan repetisi, sehingga tidak ada keraguan dalam menghadapi terorisme,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar, Selasa (19/7).

Kepala BNPT menjelaskan upaya kerjasama yang telah dilakukan selama ini diperkuat dengan sejumlah penandatanganan nota kesepahaman bersama yang didalamnya terdapat unsur kementerian/lembaga, organisasi masyarakat, akademisi, media, pemerintah daerah dan BUMN serta BUMD. 

Sementara itu, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) H Moh Mahfud MD melalui sambungan zoom mengatakan, di umur yang ke 12 tahun, BNPT diharapkan tetap konsisten dan istiqomah dalam melaksanakan tugasnya untuk menumpas terorisme, radikalisme dan intoleran.

“Radikalisme terorisme dan intoleran yang harus ditangani lebih baik. Bukan lagi hanya penindakan atas kasus yang sifatnya accidental, tapi juga perencanaan. Mulai dari pencegahan, penindakan sampai rehabilitasi atau normalisasi,” tuturnya.

Hadir dalam acara tersebut Kepala PPATK, Sestama BNN, Seskemenpora, Sestama BKKBN, Staf Ahli Kemenperin, perwakilan Kementerian/Lembaga, para penyintas, dan mitra BNPT.

Kontributor Foto:
Reporter: