KEMENKO PMK -- Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mendorong penguatan layanan kesehatan, perlindungan sosial, dan perawatan jangka panjang bagi lanjut usia (lansia) melalui kolaborasi lintas sektor. Upaya ini menjadi bagian penting dalam memastikan bertambahnya usia harapan hidup diiringi kualitas hidup yang lebih baik, sehingga lansia dapat hidup sehat, mandiri, produktif, dan bermartabat.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Peringatan Hari Lanjut Usia Internasional Tahun 2026 di Lapangan Monas, Jakarta, Sabtu (10/10/2026). Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK, hadir mewakili Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Kegiatan yang melibatkan Badan Pelindungan Lanjut Usia Indonesia (BP Lansia), Yayasan Jantung Indonesia, dan berbagai komunitas lansia dari wilayah Jabodetabek.
Rangkaian kegiatan meliputi senam sehat, pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan, serta pertunjukan seni dan budaya Nusantara. Selain mendorong perilaku hidup sehat, kegiatan ini menjadi ruang interaksi sosial sekaligus penguatan partisipasi lansia dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam sambutan Menko PMK yang dibacakan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan yang biasa dikenal dengan Deputi Lisa, ditegaskan bahwa lansia bukan sekadar penerima manfaat pembangunan, melainkan juga pelaku pembangunan yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa. Pemenuhan hak dan perlindungan lansia merupakan bentuk penghormatan atas peran dan pengabdian mereka.
“Bapak dan Ibu lansia bukan sekadar penerima manfaat pembangunan. Bapak dan Ibu adalah pelaku pembangunan. Apa yang kita nikmati saat ini merupakan kerja keras dari generasi Bapak dan Ibu. Karena itu, memuliakan lansia adalah cara sebuah bangsa berterima kasih kepada mereka yang telah membangunnya,” ujar Deputi Lisa saat membacakan sambutan Menko PMK.
Urgensi penguatan kebijakan semakin nyata seiring dengan perubahan struktur penduduk Indonesia. Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 dari Badan Pusat Statistik, proporsi penduduk berusia 60 tahun ke atas telah mencapai 11,97 persen. Kondisi ini menuntut kesiapan sistem kesehatan, perlindungan sosial, keluarga, dan lingkungan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan lansia secara berkelanjutan.
Sejalan dengan tema global Hari Lanjut Usia Internasional 2026, “The Age of Longevity: Rethinking Systems for Longer Lives”, pemerintah perlu memastikan bahwa kehidupan yang lebih panjang juga diiringi kesehatan, keamanan, kesempatan berpartisipasi, dan martabat. Hal ini memerlukan penguatan upaya promotif dan preventif, akses pelayanan kesehatan, perawatan jangka panjang berbasis keluarga dan komunitas, perlindungan sosial, serta layanan publik yang ramah lansia, termasuk akses terhadap teknologi digital.
Penguatan pembangunan kelanjutusiaan tersebut sejalan dengan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto, serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025. Melalui Prioritas Nasional 4, pemerintah mendorong terwujudnya keluarga berkualitas, kesetaraan gender, dan masyarakat inklusif, termasuk pemenuhan hak dan pemberdayaan lansia.
Selain pemerintah, keluarga, komunitas, dunia usaha, tenaga kesehatan, dan organisasi masyarakat memiliki peran penting dalam membangun lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung partisipasi lansia. Sinergi seluruh pemangku kepentingan diperlukan agar lansia tidak hanya memperoleh pelayanan dan perlindungan, tetapi juga tetap memiliki kesempatan untuk berkontribusi sesuai potensi dan kebutuhannya.
Melalui peringatan ini, Kemenko PMK mendorong penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan kelanjutusiaan yang inklusif dan berkelanjutan. Persiapan memasuki masa tua perlu dimulai sejak usia produktif dan bahkan dimulai sejak usia dini. Investasi yg ditanamkan di usia dini disertai dengan kebijakan dan intervensi layanan yg tepat secara berkesinambungan sesuai tahapan kehidupan, akan memastikan setiap lansia dapat menikmati kehidupan yang sehat, mandiri, produktif dan bermartabat.
Acara Peringatan Hari Lanjut Usia ini dihadiri oleh Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan, dr. Imran Pambudi; Kabiro Kesejahteraan Sosial Prov. DKI Jakarta, Sugi ilham; Kepala Dinas Sosial, Iqbal Akbarudin; Plt. Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Bernard Tambunan; Kepala Suku Dinas Sosial 5 Wilayah Timur, Utara, Barat, Pusat, dan Selatan, serta diikuti oleh berbagai kelompok lansia.