Talenta Muda Perlu Dipersiapkan Sejak Dini, Untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

KEMENKO PMK (13/7) -- Indonesia akan segera menyongsong era bonus demografi pada tahun 2030 mendatang. Di masa itu, jumlah penduduk usia produktif akan jauh lebih banyak dibandingkan usia non produktif. Untuk itu, sejak sekarang perlu dipersiapkan generasi muda yang siap berdaya saing, unggul, yang akan menjadi suksesor untuk mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045.

 

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Sartono menjelaskan, saat ini pemerintah tengah melakukan pembinaan talenta muda melalui program Manajemen Talenta Nasional.

 

Deputi Agus memaparkan, saat ini pemerintah fokus untuk membangun talenta di bidang research, seni budaya, dan olahraga. Kata Agus, untuk menciptakan talenta muda bidang-bidang ersebut ujung tombaknya adalah pendidikan dan pengambangan karakter.

 

"Ujung tombak Manajemen Talenta Nasional yaitu pendidikan. Pendidikan itu tujuannya membentuk karakter dan membangun keadaban. Perlu membentuk karakter yang kuat dalam mempersiapkan talenta-talenta muda kita," ujarnya saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan XLVIII yang disertai secara daring oleh Lembaga Administrasi Nasional (LAN), pada Selasa (13/7).

 

Lebih lanjut, Deputi Agus menyampaikan, karakter yang perlu ditanamkan pada talenta muda adalah couriosity (rasa ingin tahu), integritas, etos kerja, dan gotong royong. 

 

Proses pendidikan dan pengembangan karakter talenta muda, terangnya, harus dilakukan sejak dini. Tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi pendidikan non formal di lingkungan terkecil yakni keluarga juga sangat berperan besar mendidik dan mengembangkan talenta muda.

 

"Setiap kita harus menjadi guru, harus menjadi suri tauladan dan menjadi contoh. Pembangunan talenta nasional harus dimulai sejalan dengan pembangunan karakter harus dimulai sejak kecil," terangnya.

 

Dalam kesempatan itu, Agus Sartono jufa memberikan apresiasi pelaksanaan PKN Tingkat I Angkatan XLVIII. Menurutnya, dengan diadakannya pelatihan ini akan sangat bermanfaat bagi para pejabat yang mengikuti pelatihan kepemimpinan ini dalam hal berkoordinasi dan bekerja sama dalam program pembangunan kedepannya.

 

"Pelatihan ini sangat luar biasa. Tidak hanya bermanfaat bagi peserta, yang paling utama adalah membangun networking. Karena dengan pelatihan ini teman-teman semua akan mudah menjalankan tugas dan melakukan networking," pungkasnya. (*)

Kontributor Foto:
Reporter: