Terobosan Baru Wujudkan Pemuda Berkualitas Dan Berdaya Saing

KEMENKO PMK - Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK Femmy Eka Kartika Putri mengatakan, pembangunan kepemudaan mempunyai peran yang penting dan strategis dalam mewujudkan sumber daya manusia yang maju, berkualitas, dan berdaya saing.

“Mereka punya potensi yang besar untuk ikut berkontribusi dalam setiap aspek pembangunan bangsa terutama dalam upaya memajukan perekonomian,” ujar Femmy saat memimpin rapat Sinergi Pembangunan Kepemudaan Melalui Tindak Lanjut dan Implementasi Perpres No.43/2022 dan Perpres No.2/2022 di Hotel Grand Mercure Jakarta, Rabu (31/2).

Lanjut Femmy, munculnya Perpres No.2 Tahun 2022 tentang pengembangan kewirausahaan nasional tahun 2021 - 2024, serta Perpres No.43 Tahun 2022 tentang koordinasi strategis lintas sektor penyelenggaraan pelayanan kepemudaan memberikan terobosan baru untuk mewujudkan pemuda yang berkualitas dan berdaya saing.

Dalam perpres tersebut, pemuda mendapatkan kesempatan dan tempat utama untuk mengembangkan diri daningkungannya, salah satunya melalui kegiatan wirausaha untuk mengurangi angka pengangguran dan mengurangi angka kemiskinan. Kedua perpres diharapkan mampu memberikan daya ungkit maksimal dalam peningkatan kualitas pemuda dan mendukung pencapaian target Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) sebesar 57,67 pada tahun 2024.

“Ini merupakan terobosan untuk melakukan percepatan penumbuhan dan rasio kewirausahaan di tanah air. Baik potensi maupun masalah para pemuda ini harus mendapat perhatian kita,” tambahnya.

Femmy berharap para gubernur, bupati dan walikota mampu memahami dengan baik kedua Perpres tersebut dan mengimplementasikannya melalui program kegiatan di organisasi perangkat daerah di wilayahnya. Ditergatkan di tahun ini, sebanyak 50 persen dari masing-masing provinsi terbentuk tim koordinasi lintas sektor layanan kepemudaan yang bertugas untuk menyusun Rancangan Aksi Daerah (RAD).

“Ini mohon betul-betul bisa di dorong dari provinsi ini agar pemuda dapat diberikan porsi besar untuk memaksimalkan perannya sebagai para generasi penerus bangsa, salah satunya melalui kegiatan wirausaha. Tugas kita sebagai Pemerintah selaku pembuat kebijakan adalah mendorong mereka agar terus maju, tumbuh dan berkembang melalui berbagai cara serta model pendekatan,” pintanya.

Sementara itu Asisten Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenko PMK Linda Restaningrum menegaskan bahwa sinergi lintas sektor kementerian/lembaga dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk meningkatkan peran pemuda, termasuk stakeholder lain yaitu institusi pendidikan, swasta, dan juga masyarakat. Utamanya, menyangkut dengan pengembangan serta pembangunan kepemudaan di lapangan, dimana salah satunya adalah kegiatan kewirausahaan.

“Di masing-masing kementerian/lembaga sebenarnya sudah memiliki program kegiatan untuk pengembangan kewirausahaan pemuda. Hanya, kalau ini bisa disinergikan tentu hasilnya akan lebih baik,” ujar Linda.

Sebagaimana diketahui, di masa Covid-19 ini kelompok usia pemuda antara 20-24 tahun menjadi kelompok yang paling terdampak (26,10%) dan berikutnya usia pemuda 25-29 tahun (23,75%).

“Bukan hanya pemerintah pusat, tapi sinergi pentahelix mutlak untuk dapat menumbuhkembangkan kewirausahaan pemuda,” tandasnya.

Adapun Plt. Sesmenpora Jonni Mardizal menyebut, beberapa agenda yang perlu dilakukan dalam upaya pengembangan kewirausahaan pemuda yaitu dengan melibatkan pemuda pada kegiatan kewirausahaan, baik sebagai penerima manfaat ataupun sebagai pelaku. Kemudian, pemetaan Strategi Nasional (Stranas) kewirausahaan pemuda juga harus ditentukan dan dikaitkan langsung dengan perpres PKN yang menjadi payung hukum kewirausahaan Nasional.

Salah satu program utama yang harus dijadikan fokus di sisi hulu adalah penanaman pemahaman tentang kegiatan wirausaha sejak dini melalui institusi pendidikan. “Kalau jiwa wirausaha sudah ditanamkan sejak dini akan membantu kedepannya pendidikan sudah on board melalui sistem ini,” pungkasnya.

Ia berharap kedua Perpres yang baru mampu menjadi  jawaban atas permasalahan kepemudaan dewasa ini.

“Dari kemenpora, kami siap menjalankan tugas dan mandat yang diberikan oleh kedua perpres tersebut, agar semua masalah kepemudaan bisa teratasi dan menghasilkan Pemuda yang tangguh, berkualitas serta berdaya saing.” tutupnya.

Hadir dalam rapat tersebut, Plt. Sesmenpora Jonni Mardizal, Sesdep Pemberdayaan Pemuda Kemenpora Esa Sukmawijaya, Asdep Kemitraan dan Penghargaan Pemuda Kemenpora Wisler Manalu, Plt. Asdep PMMK Bappenas Subandi, Direktorat SUPD IV Ditjen Bangda Edgar, Prof. Paulus, dan para peserta rapat.

Kontributor Foto:
Reporter: