Usai Jadi Tempat Observasi, Pemerintah Fokuskan Pengembangan Ekonomi Natuna

Natuna (16/2) -- Sebanyak 238 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dipulangkan dari Wuhan, Cina dan telah menjalani observasi di Natuna, Kepulauan Riau telah diterbangkan kembali ke kampung halamannya masing-masing pada Sabtu siang kemarin. Pemerintah terus mengawal proses pemulangan dan memastikan semua WNI yang dipulangkan dalam keadaan sehat.

Usai mendampingi pemulangan WNI dari Natuna, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo tetap berada di Natuna untuk bersilaturahmi dan mengadakan syukuran bersama masyarakat Natuna.

Menko PMK tak sungkan menghaturkan rasa terima kasih atas kebaikan masyarakat dan pemerintah daerah (pemda) Natuna.

"Setiap kesulitan pasti akan ada kemudahan dan kebaikan. Masyarakat Natuna sangat welcome dan baik hati. Atas nama pemerintah saya ucapkan terima kasih" ucap Muhadjir dalam acara syukuran bersama Masyarakat Natuna di Gedung Sri Srindit jalan Yos Sudarso, Batu Hitam Kecamatan Bunguran Timur, Natuna, Sabtu malam, (15/2).

Selain melakukan silaturahmi dan syukuran bersama, pemerintah pusat juga memberikan penghargaan kepada tokoh dan masyarakat Natuna. Sebanyak 10 orang yang terdiri dari tokoh masyarakat dan jajaran pemda Natuna diberikan penghargaan oleh Kepala BNPB Doni Monardo.

"Penghargaan ini merupakan apresiasi yang diberikan atas kebaikan hati masyarakat dan pemda Natuna yang berperan penting dalam observasi WNI dari Wuhan," ucap Doni.

Natuna telah berperan penting dalam penanggulangan bencana khususnya pencegahan penyebaran virus Covid-19 di Indonesia. Atas keberhasilan dan peran penting Natuna, pemerintah pusat akan berfokus memajukan Natuna khususnya dari segi perekonomian sesuai dengan visi Presiden yaitu membangun dari pinggir.

Menko PMK Muhadjir mengatakan laut natuna adalah gudangnya ikan segar. Pemerintah, kata Muhadjir akan memfokuskan pengembangan ekspor ikan segar ke luar negeri.

Menurut Muhadjir, pemerintah pusat akan merancang dan merencanakan kerangka kebijakan untuk meningkatkan peran ekonomi Natuna. Seperti memperpanjang runaway dan mepertebal landasan pacu bandar udara sehingga pesawat-pesawat berbadan besar bisa masuk ke wilayah Natuna.

"Kalau bisa nanti statusnya kita buat sebagai bandara internasional sehingga nanti pesawat kargo yang bisa mengangkut ikan-ikan segar produk-produk Natuna bahkan ikan hidup itu bisa langsung dalam waktu yang singkat bisa langsung di bawa ke internasional. Itu yang akan digagas dalam waktu dekat. Itu yang relatif lebih mudah," pungkas Menko PMK.