KEMENKO PMK – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) terus memperkuat sinergi lintas sektor untuk mempercepat pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan CKG Semester I Tahun 2026 serta Persiapan Gerakan Nasional CKG Pondok Pesantren yang dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko PMK, Sukadiono, bersama kementerian/lembaga terkait, TNI/Polri, dan mitra pembangunan, pada Rabu (8/7/2026).
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga 30 Juni 2026 sebanyak 57,34 juta masyarakat telah memanfaatkan layanan CKG atau sekitar 43 persen dari target nasional tahun 2026 sebesar 132 juta jiwa. Kelompok usia sekolah dan remaja menjadi penyumbang capaian tertinggi dengan realisasi mencapai 10,68 juta atau 63 persen dari target, sedangkan kelompok bayi baru lahir, balita, dan anak usia prasekolah masih memerlukan percepatan melalui penguatan layanan kesehatan primer dan Posyandu.
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan, Endang Sumiwi, menyampaikan bahwa secara nasional pelaksanaan CKG masih berada pada jalur pencapaian target dengan capaian tertinggi lebih dari 700 ribu pemeriksaan per hari. Untuk menjaga momentum tersebut, pemerintah sedang menyiapkan skema insentif bagi tenaga kesehatan yang saat ini memasuki tahap piloting dan diakomodasi dalam Rancangan Instruksi Presiden, sehingga diharapkan dapat meningkatkan motivasi sekaligus mendukung keberlanjutan pelaksanaan CKG.
Rapat juga mengidentifikasi sejumlah tantangan, mulai dari rendahnya partisipasi masyarakat di beberapa wilayah, keterbatasan tenaga kesehatan, validasi data kependudukan, pencatatan layanan, hingga distribusi bahan medis habis pakai (BMHP). Menurut Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Sekretariat Negara, Johar Arifin, percepatan CKG perlu diikuti penyempurnaan sistem melalui penguatan sosialisasi, pelibatan tokoh masyarakat, optimalisasi SATUSEHAT, serta pengembangan fitur layanan yang tetap dapat digunakan secara offline agar kualitas layanan semakin merata.
Sebagai strategi percepatan pada semester II, Kemenko PMK mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan mitra pembangunan. Dalam kesempatan tersebut, Sukadiono menyampaikan bahwa Gerakan Nasional CKG Pondok Pesantren yang akan dikoordinasikan Kemenko PMK sebagai salah satu strategi akselerasi capaian CKG. Gerakan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan cakupan pemeriksaan kesehatan santri, tetapi juga membangun budaya hidup sehat di lingkungan pesantren.