Kemenko PMK Gelar Pelatihan Mitigator Program KITA TANGGUH di Bima

KEMENKO PMK — Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bekerja sama dengan UN Women dan PREDIKT menyelenggarakan Peluncuran dan Pelatihan Mitigator Program KITA TANGGUH: Perempuan Tangguh di Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada 2–3 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan rangkaian ketiga setelah sebelumnya dilaksanakan di Palu dan Kupang.

Pelatihan dibuka dan ditutup oleh Asisten Deputi Penanganan Bencana Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Merry Efriana. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa ketangguhan bencana perlu dibangun dari tingkat keluarga dengan memperkuat pengetahuan risiko dan kesiapsiagaan masyarakat.

“Ketangguhan bencana tidak hanya berbicara tentang respons saat bencana terjadi, tetapi dimulai dari kesiapan keluarga melalui pemahaman risiko, rencana siaga, sistem peringatan dini, hingga kemampuan evakuasi mandiri,” ujar Merry.

Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam membangun kesiapsiagaan keluarga dan komunitas. “Perempuan adalah penggerak di tingkat keluarga dan lingkungan. Ketika perempuan memahami risiko dan langkah antisipasi, maka ketangguhan komunitas akan terbentuk secara berkelanjutan,” tambahnya.

Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan perangkat daerah, antara lain Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Bappeda, serta perwakilan desa dan kelurahan Ncera, Rato, Roi, Samili, Paruga, Dara, dan Penatoi.

Wilayah Bima memiliki tingkat kerentanan terhadap bencana kekeringan dan banjir, serta potensi konflik sosial. Oleh karena itu, penguatan kapasitas masyarakat, khususnya perempuan dan keluarga, dinilai penting dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Selama dua hari pelatihan, peserta dibekali 11 modul KITA TANGGUH yang mencakup pengenalan risiko bencana, sistem peringatan dini, rencana siaga keluarga, rumah aman bencana, perlindungan perempuan dan anak, kepedulian sosial, hingga kepemimpinan perempuan dalam kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana.

Kegiatan ini ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut untuk menyosialisasikan hasil pelatihan di desa dan kelurahan masing-masing, memperkuat kelembagaan tim siaga bencana, serta meningkatkan kesiapsiagaan dan sistem peringatan dini di tingkat komunitas.

Kontributor Foto:
Reporter: