KEMENKO PMK -- Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melalui Asisten Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Dasar menerima audiensi Wakil Bupati Minahasa, di Kantor Kemenko PMK, Jakarta pada Rabu (4/2/2026).
Pertemuan ini membahas penguatan koordinasi dan sinergi program pembangunan manusia dan kebudayaan, khususnya terkait upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Minahasa.
Dalam pertemuan tersebut, Asisten Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kemenko PMK Monalisa Herawati Rumayar, menegaskan bahwa pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana harus memperhatikan aspek kebencanaan secara menyeluruh, termasuk penetapan dan kepatuhan terhadap zona rawan bencana, agar proses pemulihan dapat berjalan aman dan berkelanjutan.
Monalisa juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas masyarakat dalam upaya mitigasi bencana.
Ia menyampaikan bahwa Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK memiliki program _flagship_ KitaTangguh sebagai upaya penguatan peran masyarakat sebagai mitigator bencana.
"Program KitaTangguh menjadi salah satu instrumen penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana. Pemerintah daerah dapat dilibatkan secara aktif untuk memperluas implementasinya di wilayah masing-masing," ujarnya.
Lebih lanjut, Monalisa menyampaikan bahwa upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Minahasa perlu sejalan dengan strategi mitigasi berbasis kearifan lokal dan partisipasi masyarakat. Pendekatan ini dinilai penting untuk memperkuat ketangguhan wilayah serta meminimalkan risiko bencana di masa mendatang.
Hal tersebut sejalan dengan inisiatif Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam mendorong penerapan Desa Tangguh Bencana sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana berbasis komunitas.