Menko PMK : Membangun SDM Adalah Investasi Masa Depan

Jakarta (17/9) - Menteri Koodinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjadi keynote speaker pada webinar bertemakan "Pengembangan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045”, Kamis (17/9/20). Dalam kesempatan tersebut, Muhadjir mengaku, pihaknya menaruh perhatian besar pada isu kependudukan. Terutama kaitannya dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang maju dan berkualitas.

“Masa depan suatu bangsa dan negara terletak pada kemampuan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang maju dan berkualitas. Membangun Sumber Daya Manusia (SDM) adalah investasi untuk menghadapi masa depan,” tegasnya. Beliau juga menegaskan bahwa kekayaan alam atau SDA tdk ada artinya tanpa kualitas SDM yang baik. Karena SDA ada batas jumlah dan waktu. Berdasarkan Hasil Survei Pendudukan Antar Sensus (Supas), lanjut dia, tahun 2015 tentang Proyeksi Penduduk Indonesia, di 2020, Indonesia akan memiliki 269,6 juta penduduk dan pada periode emas 2045 diperkirakan mencapai 309 juta. Saat ini 68,7 persen jumlah penduduk adalah penduduk usia produktif (15-64 tahun).

Jumlah penduduk usia produktif, sambung Muhadjir, yang besar merupakan peluang dalam menjalankan roda pembangunan yang dikenal sebagai ‘Bonus Demografi’. “Peluang bonus demografi ini harus kita raih, dan hanya akan dapat tercapai jika kita bekerja sama dan bekerja keras diluar business as usual terutama dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, mandiri dan beradab,” imbuhnya lagi. 

Muhadjir menjelaskan, pembangunan SDM yang berkualitas harus dilihat dari pendekatan Human Capital Life Cycle. Pembangunan SDM yang berkualitas mencakup semua tahapan kehidupan manusia dan berproses terus-menerus. Untuk penyederhanaan, siklus tersebut dapat dipilah kedalam lima fase. 
Yakni, kehamilan dan anak usia dini, belajar atau Dikdasmen, mahasiswa alias pendidikan tinggi, angkatan kerja dan berkeluarga dan yang terakhir lansia.

Diperlukan keterpaduan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian dalam pembangunan SDM Indonesia. Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 153 Tahun 2014 tentang Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK), dengan tujuan utamanya adalah tercapainya kualitas penduduk yang tinggi sehingga mampu menjadi faktor penting dalam mencapai kemajuan bangsa. Namun dalam pelaksanaannya GDPK tersebut belum berjalan optimal. Diperlukan evaluasi lebih lanjut agar GDPK dapat mengikuti perkembangan atau dinamika sosial saat ini dan masa depan. 

Grand Design pembangunan kependudukan perlu dilakukan pengembangan mewujudkan Indonesia Emas 2045. Pendekatan dengan  lima pilar, yaitu  pengendalian kuantitas, peningkatan kualitas, pem-bangunan keluarga, pengerahan mobilitas dan penataan administrasi kependudukan. “Mari kita wujudkan SDM yang berkualitas, maju, berdaya saing dan berkepribadian,” tutupnya. 

Ikut hadir dalam webinar tersebut, Kepala BKKBN Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, SP. OG (K), Durektur Pndaftran Penduduk, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri  Dr. David Yama,MSc,MA, SH., MH, Pakar Migrasi dan Kependudukan Dr. Sukamdi, M.Sc. Ikut bergabung dalam pembahasan, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) Prof Sri Moertiningsih Adioetomo, SE, MA, PhD, Ketua Umum Ikatan Praktisi dan Ahli Demografi Indonesia (IPADI) Dr. Sudibyo Alimoeso dan dimoderatori oleh Deputi Bi-dang Koordinasi Peningkatan Kulaitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK drg. Agus Suprapto, M.Kes(*)

Kontributor Foto:
Reporter: