Kemenko PMK — Indonesia terus memperkuat kapasitas kepemimpinan dalam pencegahan dan penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) melalui keikutsertaan dalam Counter Trafficking in Persons Leadership Excellence in ASEAN Program (LEAP) – Cohort 2 yang dilaksanakan pada 5–7 Agustus 2026 di Ho Chi Minh City, Vietnam.
Program yang didukung Pemerintah Australia melalui ASEAN-Australia Counter Trafficking (ASEAN-ACT) tersebut merupakan program pengembangan kepemimpinan selama sembilan bulan yang ditujukan untuk memperkuat kapasitas para pemangku kepentingan dalam penanganan TPPO di kawasan ASEAN. Ahmad Fadhli Rahman dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menjadi salah satu peserta yang mengikuti program tersebut.
Pada modul pertama bertema “SELF”, peserta diajak memperkuat kesadaran diri sebagai pemimpin dengan memahami nilai, motivasi, kekuatan, serta dampak kepemimpinan terhadap orang lain. Pembelajaran juga menggunakan pendekatan Strengths Deployment Inventory (SDI) untuk membantu peserta memahami perilaku, meningkatkan kolaborasi, serta mengelola konflik secara lebih efektif.
Selain penguatan kesadaran diri, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai growth mindset, pendekatan sistem dalam kepemimpinan, gaya kepemimpinan, ketahanan dalam menghadapi tekanan, serta 360-degree feedback. Rangkaian pembelajaran tersebut diarahkan untuk membantu peserta memahami perilaku kepemimpinan, dinamika pemangku kepentingan, serta cara menghadapi tantangan dalam lingkungan kerja yang kompleks.
Keikutsertaan Indonesia dalam LEAP Cohort 2 diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas kepemimpinan individu, tetapi juga memperluas jejaring dan pertukaran pengalaman antarpemangku kepentingan di kawasan ASEAN.
Melalui penguatan kapasitas kepemimpinan dan kerja sama regional, Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong upaya pencegahan dan penanganan TPPO yang semakin terintegrasi, kolaboratif, adaptif, dan berkelanjutan.
Program LEAP diharapkan menjadi salah satu ruang pembelajaran bersama bagi negara-negara ASEAN dalam memperkuat kepemimpinan dan membangun respons yang lebih efektif terhadap tantangan perdagangan orang yang semakin kompleks dan memiliki dimensi lintas negara.