Perkuat Deteksi Dini Zoonosis, Kemenko PMK Gandeng FAO Tingkatkan Kapasitas Forum PRB

KEMENKO PMK -- Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK Andre Notohamijoyo menegaskan pentingnya memperkuat kapasitas Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) untuk mendukung deteksi dini zoonosis di tingkat komunitas sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana non-alam.

Hal tersebut disampaikan Asdep Andre dalam rapat analisis kebutuhan dan penyusunan kerangka pembelajaran bersama tim Food and Agriculture Organization (FAO), pada Kamis (10/9/2026). Pertemuan tersebut membahas penyusunan modul pembelajaran Surveilans Berbasis Masyarakat (SBM) untuk memperkuat kapasitas Forum PRB dalam mendeteksi potensi bencana non-alam, khususnya penyakit zoonosis.

Menurut Andre, pengalaman pandemi COVID-19 menunjukkan pentingnya membangun kesiapsiagaan masyarakat sebelum ancaman bencana non-alam berkembang menjadi lebih luas. Karena itu, penguatan literasi kebencanaan dan pemahaman masyarakat mengenai penyakit zoonosis perlu dilakukan secara terstruktur.

Zoonosis seperti rabies, leptospirosis, flu burung, dan antraks memiliki potensi menimbulkan dampak luas terhadap masyarakat. Forum PRB di daerah dinilai dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kewaspadaan dan deteksi dini berbasis komunitas.

"Oleh karena itu, penyusunan perangkat pembelajaran dan modul baku yang terstandar sangat mendesak untuk segera diwujudkan," jelas Andre.

Dalam pembahasan tersebut, Tim FAO yang diwakili Ahmad Gozali menyepakati pentingnya membangun kapasitas sumber daya manusia secara terstruktur melalui penjenamaan “Pelaksanaan Surveilans Berbasis Forum PRB”. Pendekatan ini diarahkan agar Forum PRB di daerah memiliki pedoman teknis yang jelas dan tidak tumpang tindih dengan program kader desa maupun puskesmas yang telah berjalan.

FAO juga menyatakan komitmennya untuk mendukung penyediaan substansi materi inti terkait penyakit zoonosis yang disesuaikan dengan kapasitas peserta Forum PRB.
Selain pengembangan modul, pertemuan menekankan penerapan pendekatan One Health atau Satu Kesehatan yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan ekosistem. 

Pendekatan ini mendorong Forum PRB berperan aktif pada fase pra-bencana melalui edukasi, identifikasi risiko, dan penyusunan rencana kontingensi di daerah. Implementasinya akan melibatkan sinergi dengan dinas kesehatan, perangkat desa, serta satuan tugas kebencanaan lainnya. 

Sinergi dan kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana non-alam sekaligus membangun ketangguhan masyarakat secara berkelanjutan.

Kontributor Foto:
Reporter: