Kemenko PMK Finalisasi Modul Surveillance Berbasis Masyarakat (SBM) untuk Memperkuat Forum Pengurangan Risiko Bencana

KEMENKO PMK – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyelenggarakan Rapat Finalisasi Pembahasan Draft Modul Surveilans Berbasis Masyarakat (SBM) untuk dapat diimplementasikan oleh Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) pada Selasa (20/10/2026).

Ini merupakan bagian dari proyek Collaborative Approach for Resilient Surveillance and Pandemic Preparedness in Indonesia (CARE-I). Di dalam proyek CARE-I tersebut, pengurangan risiko bencana non alam khususnya zoonosis merupakan bagian tak terpisahkan yang harus diperkuat dengan pelibatan multipihak.

Rapat dipimpin oleh Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK Andre Notohamijoyo dengan menghadirkan dua narasumber, yaitu Ninil Jannah Direktur Eksekutif Pertemuan Lingkar dan Ahmad Zaki Ali dari Forum PRB Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan FAO, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertanian, Palang Merah Indonesia (PMI), serta pemangku kepentingan terkait.

Pembahasan menekankan optimalisasi Forum PRB sebagai wadah pelaksanaan SBM dan penghubung antara masyarakat dengan instansi teknis dalam melaporkan indikasi awal penyakit atau potensi wabah, termasuk zoonosis. Asdep Andre menambahkan bahwa modul perlu disusun dengan bahasa sederhana, indikator yang mudah dikenali, serta mekanisme pelaporan yang jelas agar dapat diterapkan oleh kader, relawan, dan masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, tim penyusun akan menyempurnakan draft modul, memperjelas pembagian peran dan alur pelaporan, serta mempersiapkan uji coba di DI Yogyakarta bersama Forum PRB DI Yogyakarta dan pihak terkait.

Melalui proyek CARE-I, Kemenko PMK mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat deteksi dini, surveilans berbasis masyarakat, dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman penyakit menular serta potensi pandemi di Indonesia.

Kontributor Foto:
Editor :
Reporter: