Kemenko PMK dan ISI Yogyakarta Bangun Kerja Sama Penguatan Budaya Tangguh Bencana

KEMENKO PMK - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) membahas rencana kerja sama penguatan budaya tangguh bencana bersama Institut Seni Indonesia Yogyakarta (ISI Yogyakarta) dalam pertemuan yang digelar di Gedung Rektorat ISI Yogyakarta, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (24/2/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK Andre Notohamijoyo serta Rektor ISI Yogyakarta Dr. Irwandi, M.Sn., beserta jajaran wakil rektor dan dekan.

Asdep Andre menyampaikan bahwa pengurangan risiko bencana membutuhkan kolaborasi multipihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas budaya, media, hingga masyarakat. “Momentum 20 tahun Gempa Yogyakarta menjadi refleksi bersama untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat agar kesadaran terhadap risiko bencana terus terbangun,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas rangkaian kegiatan menuju peringatan 20 Tahun Gempa Yogyakarta 2006. Agenda yang direncanakan meliputi pendidikan dan pelatihan fasilitator kebencanaan, forum diskusi perguruan tinggi, penguatan jejaring mitigator masyarakat, serta penyelenggaraan Gelar Budaya Tangguh Bencana.

Kegiatan tersebut juga akan mengintegrasikan pelestarian kawasan cagar budaya dengan upaya mitigasi bencana, mengingat tingginya aktivitas wisata dan nilai strategis kawasan budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Rektor ISI Yogyakarta Dr. Irwandi menyampaikan bahwa kampus ISI Yogyakarta merupakan salah satu yang terdampak paling parah saat gempa 27 Mei 2006, dengan sejumlah bangunan runtuh serta korban jiwa dan luka. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pembelajaran penting dalam membangun kesadaran kolektif untuk hidup berdampingan dengan risiko bencana.

Kemenko PMK menegaskan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun budaya tangguh bencana secara berkelanjutan. Melalui koordinasi yang solid, diharapkan kesiapsiagaan nasional terhadap bencana semakin meningkat dan mendukung terwujudnya masyarakat Indonesia yang tangguh dan berdaya.

Kontributor Foto:
Reporter: