Wujudkan Generasi Unggul, Menko PMK: Aisyiyah Perlu Terlibat Dukung Pendidikan Pranikah 

Jakarta (3/10) -- Permasalahan stunting masih menjadi tantangan dalam pembangunan manusia Indonesia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) angka kasus stunting di Indonesia saat ini masih cukup tinggi, yakni 27,67 persen. Pemerintah menargetkan angka stunting pada 2024 turun menjadi 14 persen.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, permasalahan  stunting berkaitan dengan penyiapan calon rumah tangga baru. Karena itu, dia menerangkan, saat ini pemerintah mencanangkan program pendidikan pranikah bagi calon pengantin yang akan membangun rumah tangga.

Muhadjir mengatakan bahwa pendidikan pranikah, utamanya pada perempuan, sangat penting untuk mewujudkan rumah tangga yang sukses melahirkan generasi yang unggul. Tidak hanya sesaat sebelum menikah, pembekalan terhadap perempuan juga perlu dilakukan sejak dini. Hal tersebut disampaikannya pada 'International Conference on 'Aisyiyah Studies' yang diselenggarakan Pimpinan Pusat 'Aisyiah secara virtual, pada Sabtu (3/10).

"Bagaimana menyiapkan calon ibu rumah tangga yang betul-betul siap. Karena perempuan lah yang akan menjadi ibu rumah tangga yang selalu memperhatikan anak-anak. Karena itu, pembekalan terhadap perempuan sejak remaja sampai kemudian dia akan memasuki pernikahan, membangun rumah tangga baru, itu menjadi sangat penting," ujarnya.

Bukan hanya kewajiban pemerintah, menurut Menko Muhadjir, organisasi kemasyarakatan seperti 'Aisyiah yang berfokus pada perempuan, serta dengan lembaga pendidikan yang dimilikinya juga harus berperan dalam melakukan pembekalan sejak dini dan pendidikan pranikah terhadap perempuan melalui kader-kadernya yang ada di seluruh Indonesia.

"Ini saya mohon dukungan betul dari 'Aisyiah, bagaimana supaya pendidikan pranikah ini betul-betul dilaksanakan dengan baik. Kalau pendidikan pranikah ini bisa dilaksanakan dengan baik saya yakin keluarga baru, rumah tangga baru akan juga berkembang dengan baik," tutur dia.

Menurut Muhadjir, ada beberapa hal yang harus diberikan dalam pembekalan dan pendidikan pranikah. Pertama kesehatan reproduksi, kedua perencanaan ekonomi keluarga, dan ketiga kesiapan membangun rumah tangga yang mandiri. Dengan pembekalan tersebut, diharapkan rumah tangga bisa melahirkan keturunan yang sehat dan menjadi keluarga memiliki kematangan ekonomi.

"Ini yang saya rasa sangat penting untuk kita perhatikan bersama termasuk keterlibatan 'Aisyiyah dalam tahap-tahap masa menyiapkan pendidikan pranikah sampai pada menyiapkan mereka berketurunan," pungkas Menko PMK. (*)
 

Reporter: