Kemenko PMK Dorong Ketangguhan Masyarakat Berbasis Energi dan Peran Perempuan

KEMENKO PMK – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mendorong penguatan ketangguhan masyarakat berbasis komunitas melalui kolaborasi lintas sektor bersama UN Women dan PT PLN (Persero), dengan menempatkan peran perempuan dan dukungan sektor energi sebagai faktor kunci dalam pengurangan risiko bencana.

Hal tersebut disampaikan dalam Workshop Sinergi Program Kita Tangguh Perempuan Tangguh yang diselenggarakan di Jakarta pada Rabu (23/4/2026).

Workshop ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan program ketangguhan masyarakat dengan dukungan sektor energi, sekaligus memperkuat kepemimpinan dan partisipasi perempuan dalam upaya pengurangan risiko bencana di tingkat komunitas.

Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK, Andre Notohamijoyo, menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat risiko bencana tinggi, sementara kesiapsiagaan masyarakat masih perlu diperkuat secara sistematis dan berkelanjutan.

“Indonesia berada pada tingkat risiko bencana yang tinggi, namun kesiapsiagaan masyarakat masih perlu ditingkatkan. Karena itu, penguatan kesadaran dan kapasitas masyarakat harus menjadi prioritas bersama, dengan melibatkan seluruh elemen, termasuk perempuan sebagai aktor kunci di tingkat keluarga dan komunitas,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Program Kita Tangguh menjadi instrumen penting dalam membangun budaya tangguh melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor, dengan mengintegrasikan peran pemerintah, dunia usaha, dan organisasi internasional.

Dalam konteks tersebut, sektor energi memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan layanan dasar masyarakat. PT PLN (Persero) sebagai penyedia layanan kelistrikan nasional berkontribusi dalam memastikan keandalan pasokan listrik, termasuk dalam situasi darurat kebencanaan.

Perwakilan PT PLN (Persero), Imam Muttaqien, menyampaikan bahwa kesiapan infrastruktur kelistrikan menjadi bagian penting dalam mendukung respons bencana dan pemulihan masyarakat.

“Ketersediaan listrik merupakan kebutuhan dasar yang harus tetap terjaga, termasuk dalam kondisi darurat. PLN terus memperkuat kesiapsiagaan untuk memastikan layanan tetap berjalan dan mendukung upaya ketangguhan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, UN Women menekankan pentingnya pendekatan responsif gender dalam membangun ketangguhan masyarakat, dengan menempatkan perempuan sebagai agen perubahan dalam pengurangan risiko bencana.

Diskusi juga menyoroti pentingnya penguatan kepemimpinan perempuan, kelembagaan komunitas, serta institusionalisasi program sebagai kunci keberlanjutan ketangguhan berbasis masyarakat.

Melalui forum ini, Kemenko PMK mendorong integrasi Program Kita Tangguh dengan berbagai inisiatif lintas sektor, termasuk program PLN, penguatan Desa Siaga, serta pemanfaatan jaringan dan teknologi untuk mendukung kesiapsiagaan masyarakat.

Kolaborasi ini diharapkan mampu membangun ekosistem ketangguhan masyarakat yang lebih terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan dalam menghadapi berbagai risiko bencana di Indonesia.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan kementerian/lembaga, mitra pembangunan, sektor swasta, serta organisasi masyarakat sipil yang bergerak di bidang kebencanaan dan pemberdayaan perempuan.

Kontributor Foto:
Reporter: